Monday, May 19, 2008

In Memoriam Sophan Sophian

Sejak dahulu kala, sejak aku anak-anak tepatnya, kalau aku ditanya siapa aktor favoritku maka jawabku adalah "Sophan Sophian" dan "Sandy Nayoan"
Kalau sophan sophian membuatku jatuh cinta karena diam-nya yang menggemaskan,
maka Sandy Nayoan membuatku jatuh cinta karena ke-chubby-annya :P

Sabtu lalu, aku menghabiskan waktu di JMP (Jembatan Merah Plaza) dengan kakaku dan anak-anaknya sekedar ber-window shopping.
Pulang dari sana jam 4-an, tanpa firasat apa-apa (ya iyalah emang siapa pake firasat :P), salah seorang tamu yang berkunjung ke rumah bilang Sophan Sophian meninggal.
Aku kaget setengah mati, bagaikan guntur di siang bolong (please jangan hiperbola gitu dunk :P) aku sangat kaget dan tentu saja aku merasa langit seakan runtuh di atas kepalaku.

Aku pengen banget lihat kebenaran berita itu, namun benar-benar tidak sempat untuk menonton TV karena padatnya agenda.
Berkencanlah, ngantar teman yang mau ke Balilah, mengatur pertemuan besok harinyalah dan lain-lain, dan lain-lain.
Akhirnya selesailah hari sabtu tanpa sempat meng-update berita kematian sophan sophian.
Untungnya pas minggu pagi, ditengah-tengah padatnya juga agenda, yang ke gereja lah, persiapan materi kuliah seninlah, menunggu kedatangan camerlah dan lain-lain, dan lain-lain, aku menghidupkan TV pagi hari sambil dandan mau ke gereja.
Pas buka Espresso eh,...pas liputan kematian sophan.
Memang klo sudah jodoh takkan kemana, pas...................banget widyawati membuka penutup wajah sophan, dengan lembutnya dan mesranya dia membelai dan mencium wajah sophan sophian.
Dasar emang widyawati itu cantik dalam arti sebenar2nya pada saat di rundung masalah pun dia tetap aja kelihatan cantik. Udah gitu pake baju putih lagi bukan hitam, seperti menggambarkan sucinya cinta mereka (tafsiran sendiri-red).
Dan sesudah itu, cuplikan-cuplikan kemesraan mereka berdua pun ditampilkan kembali dan tak diduga tak disangka ada nyanyian Desember Kelabu yang sophan dan widyawati nyanyikan berkaraoke.
Duh,...senangnya aku bisa melihat dia terakhir kali. Jadi merasa "to start and end with him" :P.

Selamat Jalan Idolaku, semoga Tuhan memberi kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan khususnya mbak Widya yang cantik jelita, Amin....

No comments: