Wednesday, March 27, 2013

Menghormati Hak Orang Lain

Tanggal 8 April nanti, saya dan teman2 sekelas PhD program akan kuliah lagi. Block teaching lagi 8 hours per day *sick*
Jadi karena ada 2 tugas yang harus dikumpul yaitu academic writing dan research methodology maka keinginan saya menulis hal diluar tugas menjadi tinggi wkwkwkwk....

Ceritanya saya tadi pagi naik motor ke kampus.
Di pom bensin Citraland saya mengisi bensin dulu, minta full tank.
Ternyata full tank hanya Rp 12.265.
Saya bayar uang 15rb dan si mas-nya mengembalikan 3rb.
Saya heran, lalu saya kembalikan seribu ke si mas-nya dan dia bilang gpp bu bawa aja.
Saya ya ga enak dong, saya bilang jangan ini ambil aja gpp, kembalinya untuk mas saja.
Lalu dia menerima uang seribu itu dan teuteup maksa memberikan uang koin 500 ke aku.
Sudahlah, daripada panjang cerita akhirnya aku terima uang itu dan mengucapkan terima kasih lalu greng...greng....berangkat ke kampus.
Lain banget ya dengan gaya para kasir di berbagai supermarket dan hypermarket bahkan mini market di Indonesia.
Belanja di tempat mereka, selalu bikin BT kalau bayar dengan cash.
Belanjaan sejumlah misalnya Rp 53.275, jika dibayar dengan uang 55rb dengan santainya akan mengembalikan uang Rp 1.500,- atau kalau dia lebih baik sedikit dikembalikan Rp 1.700,-
Helloooooo uang saya 225 rupiah atau 25 rupiah dikemanain????
Biasanya saya juga akan ngotot minta kekurangan uang saya, sampai si kasir memandang saya dengan pandangan hina seolah2 saya adalah wanita paling pelit sedunia, atau pembeli lainnya memandang aneh seolah2 saya adalah orang miskin papa yang memaksakan diri belanja di pasar modern.
Baiklah...

Lalu, minggu lalu, pulang greja si mbak lasmi salah seorang yg mengasuh anak saya pas di mobil bilang "bu, itu bendera biru partai apa?"
Lalu saya jawab "itu bukan biru mbakkkkk itu hijau...partai PKB"
"oh..." jawabnya sambil tertawa malu.
Saya kemudian tanya lagi, "mbak dulu pas pemilu pilih partai apa? Saya boleh tau ga?" *saya takut dikira melanggar asas LUBER*
Dia jawab "oh saya PDI Perjuangan bu..."
wetz...sama dong dengan bapak kataku sambil ketawa2
"Eh mbak, dulu pas pemilu ada ga yang kasih duit di kampung mbak dan disuruh memilih partai tertentu" Tanya ku lagi.
"Ada bu...banyak" kata dia.
"Oh ya?" kataku terkejut "trus...trus...mbak terima ga duitnya?"
"Ya enggak bu... saya kan berdosa bu, kalau terima duitnya tapi ga memilih. Nanti kualat bu. Lebih baik saya ga usah terima aja, karena di kampungku itu kan kebanyakan PDI bu."
*fyi, si mbakku ini berasal dari Madiun.
trus "ada yg terima ga bu, uangnya?"
si mbak jawab "ya ga tau bu..mungkin ada ya. saya ga tau. saya sih yang penting ga ambil uangnya, karena ga enak bu, ambil uangnya tp ga milih. ga baik bu"
Hebat benar si mbak ini ya.... :D

Udah dulu ah, mau kerjain tugas :D