Monday, February 23, 2009

Man to Man...


Gambar diatas adalah gambar abang saya yang kembali mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Kab. Samosir, Dapim 1 (Kec Pangururan, Simanindo dan Ronggurni Huta).
Periode yang lalu, dia sudah menjadi anggota legislatif di Kab. yang sama dari Dapim yang sama dan dari Partai yang sama. Tidak seperti para politisi gadungan yang sering muncul akhir-akhir ini, dimana untuk mendapatkan posisi kunci (nomor 1-red :P) mereka rela berganti daerah pemilihan bahkan berganti partai, abangku ini sudah sejak jaman kuliah tahun 80-an menjadi orang PDIP (sebelumnya PDI). Walaupun dia sudah malang melintang jadi politisi di PDIP, namun baru pada periode yang lalu dia jadi anggota legislatif. Bukan karena dia tidak ahli, tapi seperti yang kita tau bersama, sering sekali permainan di daerah tidak fair.

Untungnya, sekarang nomor urut tidak lagi patokan untuk bisa lolos menjadi anggota DPRD/DPR. Diperlukan kerja keras dan kerja nyata seorang caleg, agar dipilih oleh rakyat. Disatu sisi memilih sosok merupakan angin segar bagi orang yang memiliki kapabilitas yang OK sehingga dia tidak harus ikut dalam proses jual beli nomor urut yang kadang menguras ratusan juta rupiah yang ujung-ujungnya akan membuat si caleg mencari segala cara, agar dana yg sudah digunakan untuk kampanye bisa BEP (Break Event Point) sebelum masa kerja selesai, jika dia terpilih. Akhirnya, Partai tidak lagi bisa semena-mena memasukkan orang yang diimpor dari negeri antah berantah untuk menjadi caleg pada satu daerah atau meminta "urunan" pada para caleg dengan iming-iming nomor urut. Mau tidak mau, para caleg harus menjual "nilai diri"-nya agar dipilih oleh rakyat.

Cara pemilihan dengan memilih orang ini, menguntungkan bagi peningkatan sumberdaya manusia di Partai. Mau tidak mau partai akan membenahi calegnya kalau ingin partainya menang. Jadi mekanisme ini akan membuat partai memilih orang-orang yang memiliki kualitas untuk dijadikan kadernya. Tidak lagi sembarangan orang bisa menjadi caleg, karena sedikitnya si caleg harus punya konsep yang jelas agar bisa menawarkan at least dirinya sendiri untuk dipilih, yang untung2 bisa memberi kontribusi bagi partai dan negara. Meskipun memang untuk awal-awal ini kekuatan uang bisa memenangkan seseorang yang bahkan tidak lulus SMA jadi anggota DPRD/DPR. Namun menurutku, ini hanya pada beberapa periode saja. Tahun-tahun selanjutnya kapabilitas si caleg akan menjadi yang utama.

Abangku ini, salah seorang yang punya konsep yang jelas untuk masa bakti yang akan datang, dimana pada periode yang lalu sudah dibuktikan. Dia secara konsisten berjuang untuk meningkatkan mutu PENDIDIKAN di wilayah Samosir.
Mengembalikan kejayaan dan filosofi Orang tua Batak yang menganggap Anak adalah Kekayaan Orang tua (Anakhon hi do hamoraon di au.)
Orangtua Batak bekerja keras bukan untuk kekayaan materi atau kemahsyuran atau kehormatan tapi untuk menyekolahkan anaknya. Bukit didaki, lembah dituruni semua hanya agar sang anak bisa sekolah atau mengkases pendidikan. Kata-kata dalam lagu "Anakhon hi do hamoraoan di Au" itu bukan hanya sekedar romantisme dari orang tua Batak, tapi merupakan sebuah tekad yang kuat untuk melakukan segala cara untuk kemajuan Anak-anaknya.
Oleh karena itu, bagi para pembaca yang memiliki kepedulian atas kemajuan Pulau Samosir tercinta, mari kita Dukung Caleg No. 4 PDIP (Drs. Ganda Tambunan) untuk membantu kita memfasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan di Pulau Samosir.
Anak Guru, Suami Guru, PEDULI PENDIDIKAN...
HORAS...HORAS...HORAS...


Tuesday, February 17, 2009

Hatiku Sedih...

Sejak Bapakku sakit (sudah hampir 2 minggu) hari ini adalah hari yang paling menyedihkan bagiku. Hampir setiap habis telepon hari ini aku menangis.
Kami (sekeluarga) terpaksa harus memutuskan sendiri apa yang terbaik bagi Bapak kami tanpa rekomendasi dari medis, meskipun sudah hampir 2 minggu di RS Adam Malik Medan. Dr hanya mengatakan bahwa jalan keluar untuk Bapakku adalah operasi atau Laser, namun mengingat kondisi yang sudah 76 tahun, bahkan untuk jenis operasi ringan pun Bapak ga kuat lagi.
Trus apa yang harus kami lakukan?
Apakah ada jalan lain?
Bolehkah kami bawa Bapak pulang ke rumah, atau lebih baik tetap di RS?
Kata Ibuku dan Abangku, RS tidak membantu. Dokter sangat jarang datang. Nyaris tidak ada pengobatan apa-apa. Badan Bapak pernah panas dan demam tidak diberi obat apapun karena kata perawatnya tidak disuruh oleh dokter. Dan dokter tidak memberi solusi yang manusiawi menurutku. Tidak bilang harus di RS atau tidak menyuruh pulang saja. Bingung kan?
Abangku bilang di RS juga seolah-olah hanya menginap di Hotel aja karena Bapak kebetulan di kamar VIP.


Lalu melalui confrence telepon kami bersaudara memutuskan, Bapak dibawa pulang saja ke Rumah di Pangururan.
Alasannya untuk memberi kenyamanan baginya secara psikologis. Rumah mungkin bisa membuat dia menjadi lebih baik karena ada cucu-cucunya disana (yang ga mungkin besuk ke Medan karena mereka masih sekolah) fyi dari rumahku di Pangururan ke Medan butuh waktu 5 jam-an. Selain itu, dengan kembali ke Rumah, Bapak mungkin akan lebih merasa 'at home' dan Ibuku juga ga terlalu terbeban harus sendirian di Medan. Kemudian abangku juga ga harus repot bolak-balik Pangururan-Medan, sementara dia juga mempunyai segudang agenda untuk dikerjakan.

Aku merasa seperti menanti sebuah kematian, dan hatiku sedih sekali. Aku baru tau ada rasa sakit yang seperti ini, aku bahkan tak mampu menggambarkan perasaanku.
Tadi aku telepon ketika mereka akan pulang ke rumah. Bapak bilang "kami sudah dimobil mau pulang" suaranya kedengaran jauh lebih sehat daripada ketika dia di RS dengan bantuan infus. Semoga ini awal yang baik (Tuhan dengarlah doaku).
Namun sebenarnya, aku merasa bahwa aku dan saudara-saudaraku sudah harus mempersiapkan diri untuk setiap kemungkinan yang mungkin akan terjadi, karena sebenarnya hidup yang kekal adalah hidup bersama Yesus.
Semoga kami dikuatkan oleh Tuhan dalam menjalani hari-hari yang berat ini.
Aku membaca postingan kakaku, dan aku pun menangis, tersedu-sedu. Ternyata ketika kami bersaudara saling berkomunikasi, kami saling menguatkan namun dalam diamnya kami menangis sendiri-sendiri.

Ternyata, ketika semua tidak abadi, hanya cinta yg tetap abadi.
Semoga kami semua selalu diikat cinta kasih dari Tuhan untuk saling mendukung melewati masa-masa yang berat ini.

ps: I Love You Daddy,
I Love You Mom,
I Love You all my brothers and sisters...

Lau, Ges, No need to cry... we have privilege to carry everything to Jesus in prayer!

Monday, February 16, 2009

Hari Minggu yang Panjang...

Dan... pada hari Minggu kemarin, aku melakukan kegaitan yang "inang-inang batak" bangget hehehe....
Ceritanya ada acara bona taon (awal tahun-red) Napitupulu se-surabaya, jadi kami kesana dgn keluarga besar suami. Ada mertua, eda-eda dan adek. Eh...acaranya bow dari jam 12 siang sampai jam 6 sore capew dewh :p
Acara ini benar2 meneguhkanku sebagai inang2 batak. Dari pilihan bajuku aja udah emak2 kebaya bow...tapi biar kesannya muda, aku pake kebaya pink (karena masih suasana Valentine's Day :D) dan pake celana hitam. Tapi tetap pake ulos pink dunk namanya juga ada acara manortornya.

Nah saat di acara itu, kita dikenalin deh sebagai keluarga baru...setelah itu,...yuks kita disuruh manortor.
Trus pelantikan pengurus baru, ternyata suamiku jadi koordinator wilayah selatan (aseli ini ga ada konfirmasi sama sekali sebelumnya) yuks...kita manortor lagi.
Kemudian dipanggillah wilayah selatan (karena acara manortornya ada per wilayah) yuks... kita manortor lagi.
Dan yang paling ajaib adalah, pada saat wilayah selatan ga ada marga Napitupulu yang hadir selain suamiku. Cowok2nya hanya suami2 dari boru Napitupulu dan lainnya adalah janda2 Napitupulu. Maka jadilah aku dan suami yang disuruh berdiri di ujung barisan dan disuruh maminta gondang (request untuk gondang) huahahaha...asli aku ngakak. Jangankan maminta gondang, ngomong bahasa batak aja suami ga bisa, dia pun terheran-heran dan.... sim salabim, bantuan pun datang, ada napitupulu dari wilayah non selatan yang bantu maminta gondang, selamat deh kita dan kami pun sukses membawa rombongan manortor keliling-keliling hahaha....
Gila banget deh, pengalaman kemarin. Benar-benar inang-inang banget. Udah gitu acaranya pake lelang2 lagi. Jadi deh kita merogoh kocek sampai agak dalam untuk ikut lelang :D

Duh... selamat tinggal Lee cooper Hitam keren, Kemeja Executive simple dan entertainment di sabtu-minggu yang mengasyikkan di bulan ini huahahaha... kasian deh kite :P




Friday, February 13, 2009

Happy Early Valentine...

Hola.......
besok Valentine ya,... berhubung besok saya nggak ngampus (ke kampus-red) yang berarti no internet connectivity, maka sekarang saja saya ucapkan "Happy Valentine"
Semoga semua orang mendapatkan kebahagian dengan adanya satu hari yang khusus dimiliki untuk merayakan kasih sayang :P

Rencanaku sendiri ga ada di hari Valentine ini. Aku sering merasa sangat letih akhir-akhir ini pengennya di rumah aja. Tapi suami sudah mengajak nonton film dan makan es krim. Kubilang kondisional aja, kalau aku tidak terlalu cape hehehe....

So again, Happy early Valentine's Day friends,...
and also,
"Happy Early Birthday for my Brother Benri, I Love you..."

Tuesday, February 03, 2009

Bapak Sakit

Sudah sejak minggu lalu bapakku sakit dikampung.
Ada pembengkakan di dekat hatinya, dan ga mungkin dioperasi karena usia yang sudah tua (besok,...iya besok 4 feb 09 bapakku berusia 76 tahun)

Rasanya cukup menyiksa, mengetahui orang kita kasihi sakit dan kita tidak bisa melakukan apa-apa selain berdoa dan menjalani hari dengan pemikiran yang harap-harap cemas dan selalu parno alias paranoid. Ketika chatting dengan kakaku yang di Jerman, dia mengatakan hal yang sama.
Repotnya lagi, tadi pagi pas telepon ibuku, dia bilang bahwa Bapak ga mau di opname di rumah sakit dan pengen pulang aja ke rumah di Pangururan. Padahal baru kemarin mereka tiba di RS adam malik medan setelah naik mobil kurang lebih 5 jam dari rumah.
Kondisi begini benar2 membuatku tersiksa. Tidak tau harus ngapain.
Kalau sudah begini, sungguh semakin nyata bahwa hanya Yesus kawan yang sejati :-)