Friday, August 13, 2010

Bribery vs Tip

Tiba-tiba saja terpikir apa bedanya bribery (suap) dengan Tip :)
Kemarin, aku menerima 3 hadiah dari mahasiswaku yang sudah lulus jadi sarjana :)
Dimulai dari seorang mahasiswi yang bukan bimbinganku, namun aku dosen penguji proposal sidang akhir dan skripsinya. Sebuah dompet cantik warna coklat yang menjadi warna favoritku.
Dia memberinya setelah kububuhkan tanda tanganku di lembaran pengesahannya, ditambahi kata-kata "Ini bu...sebagai ungkapan terima kasih atas masukan-masukan dari ibu, sehingga skripsiku jadi lebih baik."
Kemudian seorang mahasiswi bimbinganku yang juga sudah lulus, tinggal meminta tanda tangan di lembar pengesahan memberiku manisan buah yang enak banget (tau...aja bumil suka manisan, hehehe....)
Lalu hadiah terakhir, dari seorang mahasiswa seperangkat alat sholat eh salah...satu kotak yang berisi 4 botol bayi merek Chi**o.
Yang menarik adalah kata-katanya ketika memberi,
"Bu ini ada hadiah untuk Ibu, karena ibu sudah menjadi pembimbing yang baik selama ini untukku. Kan katanya ntar bayi itu butuh banyak dot bu, jadi aku belikan ini *sambil senyum* ada tulisan starter pack for smart mother, jadi cocok dengan ibu."

Terus terang aku melambung dunk dibilang smart hahahakhakhak...
namun rasanya agak ga enak mendapat "sesuatu" sementara aku merasa membimbing dia adalah kewajibanku sebagai dosen pembimbing yang memang sudah di-SK-kan jurusan.
Seperti bisa membaca pikiranku si mahasiswa tersebut berkata: "ga apa-apa bu, tidak bermaksud apa-apa kok, aku hanya ingin berterima kasih aja dengan bimbingan ibu selama ini. Urusan saya kan udah selesai bu... :-) "

Benar, mahasiswa bimbinganku ini juga udah lulus sidang skripsi. Jadi urusannya denganku juga sudah beres. Artinya, dia sudah bukan mahasiswa lagi. Officially di sidang akhir dia dinyatakan lulus dari UC so dia sudah alumni. Artinya urusan dosen-mahasiswa antara aku dan dia sudah tuntas :D
Namun, ada juga rasa ga enak mendapat hadiah. Tetapi aku juga berpikir, adalah wajar bagi seseorang memberikan sesuatu kepada orang lain yang dianggapnya layak diberi. Sebagaimana aku memberi roti untuk berbuka puasa pada tukang ojekku yang menurutku baik. Sebagaimana aku juga pernah memberi ulos (kain khas batak) kepada salah seorang dosen yang kukagumi setelah aku lulus :-)
Aku memberi karena aku merasa ingin berterima kasih kepada mereka. Bukan ingin menyuap mereka :P
Lalu terpikir bahwa yang membedakan suap dengan tip adalah tujuan dan waktu memberikannya.
Suap diberikan sebelum seseorang mengkonsumsi suatu layanan dengan tujuan agar dalam prosesnya nanti si penerima suap mengubah sikapnya dari yang sulit menjadi mudah. Artinya, si penerima suap akan mempermudah segala sesuatunya (proses) bagi si pemberi suap.
Contoh: ketika kita memberi uang Rp. 50.000,- ke pegawai (katakanlah) kecamatan, agar nomor antri kita dimajukan urutannya atau agar dokumen kita ditaruh ditumpukan teratas.

Sedangkan Tip diberikan ketika seseorang telah mengkonsumsi suatu layanan atau produk dan dia merasa puas. Tujuan pemberiannya adalah sebagai ungkapan terima kasih si penikmat jasa.

Contoh: ketika rambut kita selesai di cream bath oleh pegawai salon, lalu kita memberi Rp.10.000,- karena kita merasa pijitannya enak, lalu kita merasa ucapan "terima kasih" saja tidak cukup untuk pijatan seenak itu :D

So,
Rasanya, sudah selayaknya aku bisa dengan legowo menerima ungkapan terima kasih dari orang lain, manakala ungkapan itu disampaikan dalam bentuk selain kata "terima kasih"
dan rasanya layak juga bila sekarang aku mengucapkan terima kasih kepada orang-orang baik dalam kehidupanku :-)

No comments: