Tadi malam... akhirnya aku berpartisipasi dalam sensus penduduk 2010 :D
sejak program ini disosialisasikan awal mei lalu, terus terang saya pengan banget ikut berpartisipasi. Alasannya adalah karena bagiku, informasi yang akurat mengenai kependudukan sangat diperlukan dan selain itu juga aku baru kali ini merasa ikutan sensus hehehe...
Setelah pulang dari rumah kakak jam 7 malam, suamiku lanjut pergi ke acara marhusip salah satu kerabat. Jadilah aku tinggal sendiri di rumah, yang mana kunci gerbang dibawa suami.
Lalu jam 7.30 ada tamu.
Pas keluar ngeliat ternyata ada mbak2 pake rompi biru bertuliskan sensus penduduk.
Lalu si mbaknya bilang: "bu...petugas sensus dari kelurahan"
akyu mulai panik *ga segitunya kale...* dan bilang: "aduh bu...maaf, kunci gerbang dibawa suami, jadi ibu ga bisa masuk...maaf ya..."
si ibu petugas (P) bilang: ga apa-apa kok, bu...disini juga cukup terang kok lalu aku (A) mendekati gerbang, dan mulailah kami berbicara lewat pagar besi bagai di penjara.
P: malam bu...minta waktunya sebentar ya...nama kepala keluarga?
A: Yesus Kristus
P: *siap nyatet Y, E..*
A: eh...maaf bu...namanya Alfons Manuel...pake ef bukan ve..
P: *nyatet*... Alvon Manuel
A: pake F bu, bukan V. trus ada S-nya *sambil nunjuk2 tulisannya*
P: oh...*memperbaiki tulisannya*
A: Alfons Manuel P.M. Napitupulu.
P: Napitupulu itu apa bu?
A: salah satu marga batak...
P: oh....
P: tempat tanggal lahir?
A: Pare-pare 25 april bla-bla-bla...
P: Pare-pare itu suku bangsa apa ya?
A: hm...pare-pare itu di sulawesi....bugis kali ya...
P: *mulai nyatet* BUG...
A: loh...loh...suami saya batak bu...bukan bugis...
P: oh...*memperbaiki catatan* pendidikan terakhir?
A: S1
P: Agama?
A: bla...bla...
P: Kerja di?
A: bla...bla...bla..
P: itu bergerak di bidang apa?
A: bla...bla...bla...
P: 5 tahun terakhir bapak tinggal dimana?
A: Surabaya.
*break sejenak*
P: Nama ibu?
A: bla...bla...bla...
P: tempat tanggal lahir?
A: bla...bla...bla...
P: pendidikan terakhir, S1 juga?
A: bukan bu, S2
P: agama? sama ya bu?
A: Iya sama.
P: Pekerjaan?
A: Dosen
P: oh...dosen...dosen dimana bu? *kayak interest*
A: Univ Ciputra.
P: oh...yang di Citraland...
A: Iya...
P: *lihat formulir* pekerjaan?...eh sudah tadi. 5 tahun terakhir tinggal dimana?
A: Yogyakarta
P: Ada orang lain yang tinggal di rumah ini?
A: Tidak ada...
P: Sudah punya anak?
A: Tidak...ini lagi hamil *dengan nada senang dan bangga* :D
*break lagi*
P: kalau masak pake apa bu?
A: kompor gas
P: Minuman dari sumber mana?
A: *bingung*
P: minumnya dari air kran di masak atau air isi ulang?
A: oh...isi ulang. perlu merek?
P: oh nggak perlu. hm... Pernah akses internet dalam 3 bulan terakhir? dari laptop atau...
A: oh...setiap hari bu
P: dari laptop atau HP?
A: keduanya
P: oh ibu punya laptop...
A: *sigh..*
P: ini luas bangunan rumah berapa bu?
A: 54
P: oh berarti luas tanah 135 ya?
A: iya...
P: ngontrak atau rumah sendiri?
A: rumah sendiri.
P: atas nama?
A: suami saya
P: Maaf...pernah ada anggota keluarga yang meninggal?
A: Bapak saya...
P: sebelumnya tinggal dirumah ini?
A: oh tidak...
P: Demikian bu, terima kasih atas partisipasinya.
A: iya sama2 bu, maaf ya nggak bisa masuk.
P: ga apa2 kok bu.
uh...ternyata cuma segitu doang :D ga lama kok, paling 5 menitan, nggak sampai bikin kaki pegal karena berdiri meskipun menahan perut yg membuncit hehehe... wah...lama juga ternyata aku ga update ya...maaf ya para pembacaku *GR sok ada pembaca* hahahahakhak... hari2ku memang agak ribet tapi senang akhir2 ini :D
senang karena hamil lagi, tapi rada2 paranoid dan nervous dengan pengalaman pada kehamilan yang pertama dulu.
Tapi dalam perlindungan Tuhan, aku percaya dan mengimani bahwa semua akan baik-baik saja... Dan yang terbaik menurutNYA pasti akan terjadi. Doakan akyu ya ;-)
Friday, May 14, 2010
Thursday, March 25, 2010
Ribet....
Akhir-akhir ini banyak hal ribet yang kuhadapi.
Dimulai dari masalah stamina yg naik turun bagaikan fluktuasi IHSG (eh ini mah ga sring fluktuasi yak :D), kerjaan rumah yang ga bisa diberesin, sampai tingkah laku berbagai orang.
Ada saja orang yang tidak tau apa yang dibicarakan, tetapi tetap ngemeng biar kelihatan "Vokal."
*Duh hari gene....*
Trus ada orqang yang tau apa yang dibicarakan tetapi tidak tau cara menyampaikannya dengan sopan.
*Keluarga sangat berperan membentuk sopan santun seseorang*
Kemarin itu ada yang mau bimbingan skripsi, dengan salam perkenalan
"bu, saya mau wisuda tahun ini, kapan saya bisa bimbingan, bla...bla..bla..."
as if,
saya yang akan menyelesaikan skripsinya.
saya tidak pernah di kampus, *padahal faktanya saya di kampus dari 7.30-16.30; senin-jumat*
keberhasilannya tergantung pada diriku seorang.
Duh...
Dimulai dari masalah stamina yg naik turun bagaikan fluktuasi IHSG (eh ini mah ga sring fluktuasi yak :D), kerjaan rumah yang ga bisa diberesin, sampai tingkah laku berbagai orang.
Ada saja orang yang tidak tau apa yang dibicarakan, tetapi tetap ngemeng biar kelihatan "Vokal."
*Duh hari gene....*
Trus ada orqang yang tau apa yang dibicarakan tetapi tidak tau cara menyampaikannya dengan sopan.
*Keluarga sangat berperan membentuk sopan santun seseorang*
Kemarin itu ada yang mau bimbingan skripsi, dengan salam perkenalan
"bu, saya mau wisuda tahun ini, kapan saya bisa bimbingan, bla...bla..bla..."
as if,
saya yang akan menyelesaikan skripsinya.
saya tidak pernah di kampus, *padahal faktanya saya di kampus dari 7.30-16.30; senin-jumat*
keberhasilannya tergantung pada diriku seorang.
Duh...
Friday, February 12, 2010
All the Love in the World...
Kemarin ketika pulang dari kampus, di sepanjang Jl. Mayjend banyak pedagang dadakan menjual pernik-pernik Valentine. Ada boneka, bunga, coklat yang semua nuansanya pink.
Hihihihi...bukannya mendapatkan atmosfer romantis malah cenderung lucu (baca: norak)
Bagiku sih valentine ga spesial2 banget, dengan kata lain ga pernah dirayain deh.
Paling karena ponakan2ku kecentilan menyambut valentine, jadinya aku suka sok rusuh juga dengan valentine.
Kemarin mereka aku tanyain pengen hadiah apa?
Si dedek teteup pengen pistol2an (entah apa hubungannya), tapi karena kakaknya jo minta coklat si dedek juga jadi minta coklat eh es krim eh coklat eh es krim ganti2 deh.
Carol yang sudah kelas 6 pengen sesuatu yang spesial katanya. :D
Aku sendiri hampir setiap hari dapat hadiah dari suamiku *cuit...cuit..*
Perhatiannya itu loh...
Coba...dia rela2in berangkat ke kantor jadi pagi banget, demi sekalian mengantarkan aku.
Usaha-usahanya membuat aku nyaman ga bisa diceritakan dengan kata-kata.
Cara-caranya memperlakukan aku, dan lain-lain; dan lain-lain :D
Ngomong-ngomong tentang suamiku,
akhir Januari lalu dia dipromosikan untuk sebuah posisi yang lebih tinggi (ya iyalah...promosi gitu loh :D)
Dia sih ga terlalu exciting, malah cenderung flat.
Tapi disuruh tes ini itu dia manut aja.
Pas wawancara, dia dikasih tau bahwa jabatan yang paling tinggi dibutuhkan kantor Semarang, sedangkan untuk Surabaya dan Sidoarjo hanya wakil saja.
Dia menolak untuk Semarang, dan ketika ditanya alasannya kenapa, jawabnya adalah:
"Aku loh pak sangat mencintai istriku"
huahahahaha...so sweet...isn't it?
Aku sebenarnya berharap dia menjawab dengan cara yang lebih diplomatis.
Anyway,
I am happy to be his wife.
Of course he is not the greatest man in the world, neither the most perfect man.
But he is just perfect for me and he completes me ;-)
He pours me all the love in the world, every day :D
So,
Happy Valentine, every day I love You... :P
Hihihihi...bukannya mendapatkan atmosfer romantis malah cenderung lucu (baca: norak)
Bagiku sih valentine ga spesial2 banget, dengan kata lain ga pernah dirayain deh.
Paling karena ponakan2ku kecentilan menyambut valentine, jadinya aku suka sok rusuh juga dengan valentine.
Kemarin mereka aku tanyain pengen hadiah apa?
Si dedek teteup pengen pistol2an (entah apa hubungannya), tapi karena kakaknya jo minta coklat si dedek juga jadi minta coklat eh es krim eh coklat eh es krim ganti2 deh.
Carol yang sudah kelas 6 pengen sesuatu yang spesial katanya. :D
Aku sendiri hampir setiap hari dapat hadiah dari suamiku *cuit...cuit..*
Perhatiannya itu loh...
Coba...dia rela2in berangkat ke kantor jadi pagi banget, demi sekalian mengantarkan aku.
Usaha-usahanya membuat aku nyaman ga bisa diceritakan dengan kata-kata.
Cara-caranya memperlakukan aku, dan lain-lain; dan lain-lain :D
Ngomong-ngomong tentang suamiku,
akhir Januari lalu dia dipromosikan untuk sebuah posisi yang lebih tinggi (ya iyalah...promosi gitu loh :D)
Dia sih ga terlalu exciting, malah cenderung flat.
Tapi disuruh tes ini itu dia manut aja.
Pas wawancara, dia dikasih tau bahwa jabatan yang paling tinggi dibutuhkan kantor Semarang, sedangkan untuk Surabaya dan Sidoarjo hanya wakil saja.
Dia menolak untuk Semarang, dan ketika ditanya alasannya kenapa, jawabnya adalah:
"Aku loh pak sangat mencintai istriku"
huahahahaha...so sweet...isn't it?
Aku sebenarnya berharap dia menjawab dengan cara yang lebih diplomatis.
Anyway,
I am happy to be his wife.
Of course he is not the greatest man in the world, neither the most perfect man.
But he is just perfect for me and he completes me ;-)
He pours me all the love in the world, every day :D
So,
Happy Valentine, every day I love You... :P
Wednesday, February 03, 2010
Sedang Membutuhkan Meditasi
Hampir 2 bulan terkahir ini, rasanya aku selalu menggerutu.
Menggerutu karena ada keputusan yang orang lain lakukan.
Menurutku dan menurut beberapa orang lainnya, keputusan tersebut amat sangat tidak masuk akal, tetapi aku dan orang lain itu harus menjalaninya.
Kalau aku memberi rating pada ketidakmasuk-akalan keputusan itu, maka aku akan memberikan rating ***** (5 bintang = tidak masuk akal tingkat tinggi)
Rasanya cape banget...
Energi terkuras,
Pikiran jadi ga beres.
Setiap ada kesempatan maunya ngomongin masalah itu saja.
Rasanya ruang dalam pikiranku terpenuhi masalah itu saja.
Menyebalkan memang.
Dan 2 bulan itu bukan waktu yang singkat (tanaman palawija aja usianya 3 bulan, kurang sebulan lagi panen deh hahahahakhakhak...)
Banyak hal baik yang harusnya bisa kulakukan, namun entah mengapa aku tak kuasa membuat jiwa dan pikiranku nyaman dengan keputusan yang menyebalkan itu.
Keputusan itu masalahnya tidak hanya satu.
Banyak Keputusan. Baik keputusan kecil maupun keputusan besar semuanya aneh.
Rasanya cape banget mikirinya sampe kadang kala terpikir untuk "quit."
Namun beberapa hari terkahir ini, ada sebuah pemikiran dalam diriku bahwa masalah dalam hidup ini selalu ada, begitupun orang-orang yang menyebalkan selalu ada.
Yang membuat kita bijaksana adalah bagaimana kita menghadapi masalah tersebut dengan baik agar kita menemukan jalan keluar yang baik bagi orang-orang yang terlibat dalam permasalahan tersebut.
Bagaimana kita menghadapi orang-orang yang menyebalkan tersebut, tanpa membuat kita juga menjadi menyebalkan dan berbuat dosa.
Lingkungan dan kondisinya tidak bisa kita kendalikan, yang bisa kita kendalikan adalah respon kita.
Rasanya dalam 2 bulan ini aku melakukan respon yang salah sehingga energiku terkuras dan tidak ada ruang yang tersisa dipikiranku untuk hal-hal positif.
Aku mau memperbaiki responku.
Beberapa hari terakhir ini, aku mendoakan masalah ini dengan lebih serius.
Berdoa agar aku mampu merespon dengan cara yang lebih baik.
Rasanya aku harus mengambil 1 hari untuk menenangkan diriku.
Mendoakan agar Tuhan memberiku kekuatan,
membangkitkan kembali motivasiku,
memperbaharui caraku merespon,
dan mengingatkan diriku pada panggilan hidupku.
Kuharap ini akan membuatku menjadi pribadi yang lebih baik,
dalam berbagai peranku.
Sebagai istri, sebagai anak, sebagai teman, sebagai rekan kerja dan sebagai Dosen.
Khususnya sebagai dosen, besar atau kecil aku sangat mungkin mempengaruhi cara berpikir orang lain (baca: mahasiswaku.)
Selalu ada kehidupan orang lain yang terkait denganku, khususnya sekarang ini ada keterlibatan yang sangat istimewa dan aku harus berusaha keras memberi sesuatu yang terbaik dari diriku karena itulah panggilanku.
Mel,
Hari Jumat depan akan cuti :-)
Waktunya bermeditasi.
Doakan aku ya teman-teman... *ninja warrior mode ON*
Menggerutu karena ada keputusan yang orang lain lakukan.
Menurutku dan menurut beberapa orang lainnya, keputusan tersebut amat sangat tidak masuk akal, tetapi aku dan orang lain itu harus menjalaninya.
Kalau aku memberi rating pada ketidakmasuk-akalan keputusan itu, maka aku akan memberikan rating ***** (5 bintang = tidak masuk akal tingkat tinggi)
Rasanya cape banget...
Energi terkuras,
Pikiran jadi ga beres.
Setiap ada kesempatan maunya ngomongin masalah itu saja.
Rasanya ruang dalam pikiranku terpenuhi masalah itu saja.
Menyebalkan memang.
Dan 2 bulan itu bukan waktu yang singkat (tanaman palawija aja usianya 3 bulan, kurang sebulan lagi panen deh hahahahakhakhak...)
Banyak hal baik yang harusnya bisa kulakukan, namun entah mengapa aku tak kuasa membuat jiwa dan pikiranku nyaman dengan keputusan yang menyebalkan itu.
Keputusan itu masalahnya tidak hanya satu.
Banyak Keputusan. Baik keputusan kecil maupun keputusan besar semuanya aneh.
Rasanya cape banget mikirinya sampe kadang kala terpikir untuk "quit."
Namun beberapa hari terkahir ini, ada sebuah pemikiran dalam diriku bahwa masalah dalam hidup ini selalu ada, begitupun orang-orang yang menyebalkan selalu ada.
Yang membuat kita bijaksana adalah bagaimana kita menghadapi masalah tersebut dengan baik agar kita menemukan jalan keluar yang baik bagi orang-orang yang terlibat dalam permasalahan tersebut.
Bagaimana kita menghadapi orang-orang yang menyebalkan tersebut, tanpa membuat kita juga menjadi menyebalkan dan berbuat dosa.
Lingkungan dan kondisinya tidak bisa kita kendalikan, yang bisa kita kendalikan adalah respon kita.
Rasanya dalam 2 bulan ini aku melakukan respon yang salah sehingga energiku terkuras dan tidak ada ruang yang tersisa dipikiranku untuk hal-hal positif.
Aku mau memperbaiki responku.
Beberapa hari terakhir ini, aku mendoakan masalah ini dengan lebih serius.
Berdoa agar aku mampu merespon dengan cara yang lebih baik.
Rasanya aku harus mengambil 1 hari untuk menenangkan diriku.
Mendoakan agar Tuhan memberiku kekuatan,
membangkitkan kembali motivasiku,
memperbaharui caraku merespon,
dan mengingatkan diriku pada panggilan hidupku.
Kuharap ini akan membuatku menjadi pribadi yang lebih baik,
dalam berbagai peranku.
Sebagai istri, sebagai anak, sebagai teman, sebagai rekan kerja dan sebagai Dosen.
Khususnya sebagai dosen, besar atau kecil aku sangat mungkin mempengaruhi cara berpikir orang lain (baca: mahasiswaku.)
Selalu ada kehidupan orang lain yang terkait denganku, khususnya sekarang ini ada keterlibatan yang sangat istimewa dan aku harus berusaha keras memberi sesuatu yang terbaik dari diriku karena itulah panggilanku.
Mel,
Hari Jumat depan akan cuti :-)
Waktunya bermeditasi.
Doakan aku ya teman-teman... *ninja warrior mode ON*
Labels:
Pemikiran,
Pendidikan,
Pengalaman,
Personal,
Public
Tuesday, February 02, 2010
Bulan Cinta
Di bulan penuh Cinta ini, aku berkomitemen untuk mengisi hidupku dengan hal-hal yang baik dan penuh Cinta :D
Dan satu ayat yang mengantarkanku menjalankan bulan ini adalah:
"Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepadaMu" (Maz 71:14)
Yes...
Aku memuji Engkau Tuhan, memuji kebesaranMU...
Engkau sangat AJAIB...
Dan satu ayat yang mengantarkanku menjalankan bulan ini adalah:
"Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepadaMu" (Maz 71:14)
Yes...
Aku memuji Engkau Tuhan, memuji kebesaranMU...
Engkau sangat AJAIB...
Subscribe to:
Posts (Atom)