Saturday, September 29, 2007

The World is Flat

Tiga hari yang lalu ada seorang laki-laki dari milis dimana aku menjadi member bertanya tentang konsep Natal untuk tahun ini. Kemudian karena aku punya, aku mengirimkan kepada dia lewat Japri. Secara Japri juga dia balas dan mengucapkan Terima Kasih dan bertanya tentang sesuatu. For Hospitality, aku balas lagi sambil menjawab tentang sesuatu yang dia tanyakan, dan ganti bertanya tentang sesuatu. Dia balas untuk menjawab pertanyaanku dan bertanya lagi begitu seterusnya sampai akhirnya kami berbalas-balasan dan yang menarik adalah,... ternyata:
  1. Kami satu kampung saudara-saudara (cuma aku di ibukota kabupaten dia di salah satu desa artinya lebih kampung dari pada aku :P)
  2. Kami satu alumni SMA nya (dia jurusan sosial-A3; gue fisika-A1 geto loh) ps. Now you know how old am I huehehhee.....It was long time ago when the major in Senior High School separated by A1; A2 ; A3 and A4.
  3. Adeknya teman sekelasku dulu
  4. Kami dari gereja yang sama yaitu GKPI (dia GKPI Buhit so pasti aku GKPI Pangururan)
  5. Dia satu alumni Universitas dengan seorang teman yang sekarang satu ruangan denganku di ruang 408 :-)
  6. Kami sama-sama tinggal di kota Surabaya.
  7. That's all for now, let's guess the other :-)
Well, the world is Flat [or Small?] actually!

Thursday, September 27, 2007

Out of Blue..

Seorang teman kupinjamin buku Sang Alkemis-Paolo Coelho.
Tanggapannya: "nih buku berat banget ya, udah gitu seenak-enak pengarangnya aja nulis.
Si gembala (maksudnya Santiago-red) kesana, tiba-tiba kesana...trus di Piramid tiba-tiba kemana. Bingung aku"
hehehehe....aku merasa lucu banget dgn komentar ini.
Ya iyalah, suka-suka pengarang wong itu buku, buku dia. Ide, ide dia, gimana sih? Kemudian aku heran. Kok berat? Berat dimana?
Menurutku ini adalah cerita terrunut (ter-sistematis) dan termudah untuk dicerna untuk suatu bahasan yang sangat berat.
Susah loh menyampaikan tulisan lintas budaya, agama, visi misi, passion dengan cara yang sangat mudah dan menarik kayak yang dilakukan my Paolo :-)

Btw, Ini adalah the must read book for me. That is why, I always advice people to read this book :-)
Dan yg mengejutkanku adalah, aku ga ilfil dengan teman ini, malah merasa senang dengan pemikiran yang sangat original itu hehehe....(jadi malu :P)


Wednesday, September 26, 2007

Reboan

Reboan adalah nickname untuk mata kuliah yang diselenggarakan di kampusku. Mata kuliahnya berjudul Entrepreneurship diembel2i I, II, III dan seterusnya untuk menunjukkan pada semester berapa si mahasiswa mengambil mata kuliah tersebut.
Nah, aku sendiri kebagian tugas menjadi Fasilitator untuk Entrepreneurship I (E1 bacanya E One-Red). Nah kelas ini menjadi menarik karena pesertanya dari berbagai jurusan gabung tumplek..plek... sehingga sudut pandang terhadap sebuah kasus itu menjadi lebih komprehensif karena masing-masing jurusan memakai pendekatan dari ilmu yang dipelajarinya.

Meskipun mahasiswa pesertanya masih semester I dan baru kuliah selama 6 minggu, namun sudah kelihatan, berbedanya cara pikir mereka terhadap suatu masalah dan memang dipengaruhi jurusan loh :-)

Minggu lalu contohnya kasus Bakso Tikus ditinjau dari sudut etika, hampir seluruh mahasiswa sepakat bahwa tidak etis menjual bakso tikus kecuali kita terang2an mengakui kepada pembeli bahwa bakso kita mengandung tikus (yek...emang ada yang beli?) ternyata ada. Katanya di Surabaya ada penjual bakso Tikus. Nah yang paling menarik adalah ada sekelompok mahasiswa mengusulkan untuk membuat makanan eksotis dengan bahan dasar Tikus. Ntar tikusnya diternakan aja jadi bersih dan sehat gitu katanya.
Lumayan juga nih usulan :-) tapi please ya akyu tetap deh ga akan mau beli itu bakso :P

Trus tadi kasus Low Fare Airlines, nah untuk menghemat biaya ada mahasiswa yang mengusulkan paperless jadi sampai tiket pun jualnya on line ajah. Eh ada mahasiswa yang bilang investasi untuk Sistem Informasi itu mahal, maksud hati mau menghemat biaya mosok jadi mahal gitu katana :-)

Aku yang ga ngerti IT2an seneng2 aja dapat ilmu baru gitu hehehe....
enaknya menjadi dosen adalah mendapatkan ilmu gratisan dari mahasiswa2 kreatip (pake p bukan f) :P

Monday, September 24, 2007

Komunikasi Tulis

"...Menurut saya, pajak berguna bagi perekonomian dunia, eh..maksud saya perekonomian Indonesia..."
Itulah potongan jawaban dari mahasiswaku, ketika saya bertanya tentang fungsi pajak bagi perekonomian suatu bangsa pada kuis kecil di awal kelas "Economics for Business" pagi tadi.

Langsung saja aku ngakak, membacanya. Teman-teman seruangan nanya ada apa bu?
dan kemudian kubacakan lah hasil jawabnya si mahasiswaku itu. Dan mereka pun tersenyum.

Memang, akhir-akhir ini banyak mahasiswa yang melakukan komunikasi tertulis benar-benar mengadopsi caranya berkomunikasi lisan. Literally! sehingga ketika dia ingin meralat "perekonomian dunia" menjadi "perekonomian Indonesia" yang dilakukan bukanlah menghapus kesalahan atau mencoret eh....malah menambah tulisan "...eh maksud saya..."
Lucu juga ya :-)

Maafkanlah aku nak, kalau ibu gurumu ini menjadi ngakak, dan maafkan pula aku nak kalau minggu depan akan menjadikannya contoh ketika aku ingin menyampaikan pendapat bahwa bahasa lisan dan bahasa tulis itu berbeda dalam penyajiannya :-)

Tulis saja Melody

Hal yang paling tidak menarik menjadi seorang dosen adalah keharusan menuliskan nama secara lengkap disertai dengan gelar akademik.

Sampai sekarang, kartu nama yang diberikan oleh kampus belum kubagi-bagikan karena namanya itu loh, ga seksi blassssssss....soale disertai dengan gelar akademik. Dulu, di perusahaan lama, kartu namaku ditulis nama tok ga ada embel-embel lain jadinya keren dan sekseh hehehe.... maka dengan sukacita aku membagi-bagikannya kepada rekan kerja, teman dan bahkan ponakan.

Kemudian, di setiap undangan, arsip dan segala sesuatu yg memiliki nama selalu juga disertai dengan gelar dan aku merasa aneh.

To be honest, I don't like to write my name with title after, because sometimes, when I see some titles before and after names, usually, I have high expectation about his/her performance. Sometimes it breaks my heart :P

I have to say that it is deeply truly that we don't have to read a book by its cover :-)