Friday, September 13, 2013

Terberkatinya Aku

Kemarin, bincang-bincang dengan seorang teman membuatku merasa terberkatinya aku memiliki suami yg mengikatku dalam pernikahan namun membebaskan aku mencapai beberapa hal sebagai individu.
Dipernikahanku yang masih tergolong baru (6 Desember 2013 nanti) baru akan genap 5 tahun, saya merasa bahwa aku tetap sebagai seorang individu yang memiliki kebebasan untuk mencapai apa yang menjadi mimpi-mimpi pribadiku khususnya terkait dengan pendidikanku dan juga karirku.

Sebagai seorang dosen, di Universitas Ciputra, dimana metode pembelajaran sangat project and experiential based learning, seorang dosen dituntut memiliki komitmen yang tinggi menjadi guru, konsultan, mentor dan sekaligus coach untuk mahasiswa. Tentu saja komitmen tersebut membutuhkan waktu yg tidak sedikit sehingga bayangan menjadi dosen yg datang ke kampus hanya untuk mengajar lalu pulang ke rumah tidak pernah terjadi dalam pengalamanku sebagai dosen di uni ini. Jam kantor formal jam 7.30 - 16.30, senin sampai jumat dan most of the time, aku pulang lebih dari jam seharusnya. Belum lagi ketika di rumah kadang-kadang masih dihubungi mahasiswa (tidak dengan datang ke rumah tentunya) untuk berdiskusi atau bertanya beberapa hal. Ditambah lagi, beberapa perjalanan ke luar kota atau luar negeri untuk menghadiri beberapa konferensi, seminar, workshop, meeting atau acara-acara lain yang menuntut kehadiranku sebagai dosen atau peneliti dan semakin intens karena pada saat ini aku sebagai ketua jurusan. Tentu saja, tanpa kerjasama yang sangat baik dari suami, aku tidak akan bisa menjalaninya dengan baik dan damai sejahtera. 
Tuntutan untuk memberi waktu lebih dari seharusnya, perjalanan-perjalanan ke luar kota atau luar negeri bisa aku penuhi tanpa merasakan kontroversi hati dan otak (meminjam istilah Vicky) dengan dukungan dari suamiku. Dia tidak menunjukkan keberatan atau tekanan padaku kala aku diwajibkan untuk melakukan tugas-tugasku di kampus. Sebaliknya dia segera mencari solusi-solusi apa yang harus kami siapkan untuk dilakukan selama aku tidak di rumah. Betapa menyenangkan memiliki partner hidup yg suportif.

Demikian juga dengan tugas baruku sebagai mahasiswa S3 di Malaysia. Tentu saja, keputusan untuk kuliah ini aku pertimbangkan dan doakan dengan sungguh-sungguh. Menjadi Ibu 2 anak laki-laki di usia balita merupakan berkat yang harus dipertanggungjawabkan dengan sungguh-sungguh. Ketika tawaran kuliah lagi muncul, aku terlebih dahulu minta ijin dan berdiskusi dengan suamiku. Saat itu aku semakin sadar betapa terberkatinya aku memiliki dia sebagai suami. Bukannya menunjukkan fakta-fakta kerepotan-kerepotan yg akan muncul yang dia lakukan saat itu, justru menyajikan solusi-solusi terhadap permasalahan yang mungkin akan kami hadapi. Mulai dari mengatakan bahwa kami bisa minta bantuan kakak-kakakku (saat aku bilang siapa yg urus anak-anak saat aku harus ke Malay) sampai memberi dukungan dengan perkataan, "kamu pasti bisa kamu kan pintar" :D. 
Justru aku  saat itu yang mengalami kelabilan hati (kembali meminjam istilah Vicky). Meskipun kuliah S3 merupakan salah satu mimpi dalam hidupku, namun tanpa dorongan suami aku yakin aku tidak akan berani menjalaninya. Karena dukungannya, menjalani perkuliahan yang sangat berat, menjadi perjalanan yg menyenangkan karena at least aku tidak dibebani masalah rumah tangga yg aku pun sangat sadar sebenarnya itu adalah bebanku.

Tentu saja, banyak faktor yang menentukan sesuatu itu berhasil atau tidak, menarik atau tidak untuk dijalani. Kenyamananku dalam menjalani tugas-tugas dan peran-peranku juga dibantu oleh orang lain, seperti keluargaku yg siap sedia membantu kami kalau sedang dibutuhkan, atasan yang pengertian di kantor, teman kerja yang profesional dan tentu juga caraku merespon berbagai kejadian. Namun sebagai seorang istri, aku merasa betapa terberkatinya aku memiliki suami seperti suamiku ini. 
Semoga Tuhan sang sutradara kehidupan, selalu memampukan kami menjalani berbagai peran kehidupan dengan penuh tanggung jawab dan ucapan syukur.

Monday, August 26, 2013

Profesionalnya Mbak Lasmi

Seminggu sebelum lebaran lalu, PRT kami mbak Lasmi dan si nenek pulang ke rumah mereka masing-masing di Madiun. Aku berangkatkan mereka dengan parsel ala kadarnya, THR dan beberapa baju bekas yang masih layak pakai mulai dari baju anak-anak, bajuku, baju suami juga baju dan sepatu baru untuk anaknya.
Lalu aku bertanya ke mereka ber-2 kapan akan kembali? Mereka jawab "Belum tau bu....nanti tanya dulu suami dan anak-anak boleh atau tidak kesini lagi"
Tentu saja jawaban itu bikin aku BT, persis Desember lalu saat mbak Lasmi pulang madiun, dan ketika ditanya kapan mau balik jawabnya sama: "Belum tau bu...". 
Benar saja di bulan Desember dia ga balik karena katanya mau ngerjain hal lain di rumah. Jadilah saat itu, aku kucar-kacir mana harus kuliah lagi ke Malaysia, akhirnya anak-anak aku titip di rumah kakakku di Depok. Tapi saat  Januari akhir lalu, dia minta kembali lagi ke rumah kami. Karena saat itu butuh banget aku terima kembali kehadiran si mbak Lasmi ini. Lalu kejadian itu terulang lagi lebaran lalu sebelum pulang kampung dia menjawab hal yang sama. 
Kembali aku panik, dan pusing tujuh keliling karena pada tanggal 20 agustus aku harus ke Malaysia lagi untuk urusan kuliahku. Saat itu, aku merayu dia untuk kembali ke rumah kami mulai dari  rayuan pulau kelapa alias pendekatan kekeluargaan sampai rayuan pulai tahiti atau pendekatan ekonomi bahwa aku akan kasih bonus kalau balik lagi ke rumah paling lambat tanggal 19 Agustus. Jawabnya tetap "Belum tau bu...."
Rasanya dongkol minta ampun pada sikapnya yang tidak bisa diajak bekerja sama itu, sementara akupun tau dia juga sebenarnya membutuhkan kami dan betah tinggal bersama kami.  Karena frustrasi, lalu aku bilang: "Kalau mbak ga datang tanggal 19, jangan harap kembali kesini lagi ya." Lalu dia terdiam.

Akhirnya aku melewati libur lebaran selama 10 hari sebagai single fighter mengasuh anak-anak dan mengurus pekerjaan rumah tangga.  Untung suamiku sangat baik membantuku, sampai bela2in cuti bergantian saat waktu kerja sudah tiba dan belum ada yang mengasuh anak-anak. Akhirnya sebelum berangkat ke Malaysia aku meminta tolong ponakanku yg cantik-cantik yaitu Iren yang kuliah di Unpad dan Hilda yang kuliah di STT Telkom untuk menjaga anak-anak. Untung mereka bersedia dan anak-anak juga cepat menerima dengan mereka. Bloods do speak!
Sejak minggu 18 agustus, mbak lasmi sudah mulai sms aku bilang bahwa dia rindu Angelo dan Alvaro. Lalu sms lagi bilang mau berangkat ke dabudi (bilang abu dhabi) dengan gaji 2,5jt, lalu bilang banyak yang nawarin kerjaan ke dia, tapi rasanya dia udah cocok banget sama ibu dan bapak (bilang saya dan suami) dan kangen sama anak-anak.
Aku dong...mulai senang tapi agak bergaya dikit, aku jawab dengan sok ga butuh. 
Lalu mulailah dia dengan trik baru bilang bahwa anaknya butuh duit untuk bayar seragam sekolah SMP (aku mulai terenyuh) tapi tetap aku jawab melalui sms bahwa aku ga bisa bantu. Sampai di selasa pagi saat di bandara menuju Malay, dia masih berusaha sms aku dengan bilang terus terang pengen kembali ke rumah kami. Tak lupa dia bilang bahwa sudah ada 2 tawaran kerja dari orang lain tapi dia merasa pengen kembali ke rumah kami karena dia merasa cocok dengan kami. Tak lupa dia bilang di sms, maaf karena kemarin itu benar-benar khilaf dan bla...bla..bla...
Aku mulai terenyuh (dan butuh juga sih), lalu aku jawab bahwa aku ga bisa sms-an lagi karena mau ke Malaysia. Ternyata dia ga menyerah, mulai sms-an dengan suamiku dan minta diijinkan kembali bekerja di rumah kami :D
Sms-an berlangsung selama seminggu, sampai akhirnya Jumat lalu dia bilang dia punya saudara bernama partini yang mau diajak kerja ke rumah kami. 
Hm....Rasanya sayang kalau nolak (secara pencarian kami ke beberapa yayasan belum berhasil dan minta tolong dicariin teman2 juga belum ada titik terang), mulailah pendirianku bergeser wkwkwkwk....
Diskusi dengan suami mulai melonggar, peluang menerima lasmi kembali mulai muncul ke permukaan. Secara selain dia butuh duit, kita juga butuh dia, meskipun keterampilannya tidak OK banget tapi kebaikannya terhadap anak-anak sudah teruji. 
Lalu bagaimana dengan ucapanku yang mengatakan kalau ga datang 19 ga usah datang lagi? Rasanya kalau sampai aku menerima dia kembali, aku menurunkan standard profesionalitasku, kikikik.....Bukankah harusnya dia yg ku upgrade ke standarku? 
Lalu aku ingat kata-kata ibuku dulu waktu aku complaint masalah Erni, pembantu pertamaku karena sangat sulit diajak memahami perintah dan tidak bisa multi tasking. "kalau dia mudah memahami  perintah dan dia multi tasking maka kemungkinan besar dia tidak akan menjadi pembantu"
Duile....benar juga ya, kalau mbak lasmi bisa pada standard profesional seperti aku, mungkin dia juga ga akan jadi pembantu kali ya...

Ya sutralah, sabtu minggu aku bbm-an secara intens dengan suami. Mempertimbangkan plus minus kalau menerima kembali si mbak Lasmi di rumah kami, baik dari sisi kepentingan kami maupun dari sisi kepentingan dia. 
Keputusan kami akhirnya, tadi siang dapat bbm dari suami melaporkan bahwa mbak lasmi dan saudaranya  bernama Partini sudah dijemput di bungurasih dan sekarang sudah di rumah kami. 
Apalagi yang harus aku bilang selain, welcome home-lah mbak Las, nanti kalau aku sudah di rumah, aku akan memberikan training 5 jam masalah profesionalisme wkwkwkkw.....
Meskipun kamu tidak profesional, bisa membuat perasaanku merasa lega senin depan ke kampus tanpa harus bingung dengan kondisi anak-anakku. Baiklah...
Thanks God, for everything...


Thursday, August 22, 2013

Happy One Year

Setahun yang lalu, 
Pada tanggal 22 Agustus, 2 minggu setelah operasi jantungku aku merayakan ulang tahun dengan bahagia sekali karena ternyata aku masih bisa merayakannya.
Hari ini, kembali aku merayakan ulang tahun dengan kebahagiaan yang lebih karena masih diberi kesempatan merayakan ulang tahun dengan kondisi kesehatan yang prima. Betapa aku bersyukur untuk kebaikan Tuhan dalam kehidupanku.
Meskipun ada sedikit kesedihan karena ulang tahun kali ini aku lagi di Malaysia untuk mengikuti doctoral trainingku di kampus tercinta UUM, sedangkan suami dan anak-anakku ada di Surabaya.
Tetapi itulah kehidupan, Tuhan selalu menyiapkan semuanya indah dan berfaedah.
Semoga diusia yang menuju senja ini (kikikikik) aku semakin bijaksana dalam menjalani kehidupan, memiliki kehidupan yang semakin berdampak bagi sesama.

Wednesday, July 31, 2013

Terpaksa


Dulu, ketika saya mendengar seseorang berkata bahwa dia "terpaksa" mengambil sebuah keputusan tertentu baik di dunia nyata atau ketika membaca cerita di buku atau saat menonton sebuah film, maka saya akan dengan sinis berkata, kalau "terpaksa," lalu mengapa kamu mengambil keputusan tersebut? 
Menurut saya, kalau pengambilan keputusan berada ditangan seseorang maka harusnya seseorang itu mampu membuat keputusan yg lain daripada mengambil sebuah keputusan yg terpaksa harus dilakukannya. 
Pemikiran ini mungkin berkembang karena kasus-kasus yg saya hadapi selalu berhubungan dgn kondisi, dimana si pengambil keputusan berkata "terpaksa" mengambil keputusan tertentu dengan suara yg tegar, mimik muka yg keras dn nyaris tanpa emosi, Berhadapan dengan seorang yg wajahnya memelas tak jarang menangis terisak-isak, tak berdaya, karena harapannya dimusnahkan dan dia harus menerima keputusan yg diberikan si pemberi keputusan. Sehingga ketika si pemberi keputusan berkata: "aku terpaksa melakukannya", maka aku dgn spontan berkata (meski kadang2 hanya dlm hati karena aku biasanya menghadapi kejadian seperti ini di film atau buku), kalau kamu si pembuat keputusan mengapa kamu hrs memutuskan sesuatu yg terpaksa kamu lakukan? Tidakkah kamu kasihan melihat orang di hadapanmu yg harapannya kamu pupuskan? Yang mimpinya kamu padamkan? Kenapa kamu tdk mencari alternatif keputusan lain yg tidak membuat dia menangis dan kamu pun tidak terpaksa melakukannya?

Sampai pada hari ini aku berada pada sebuah kondisi real, dimana aku harus mengambil sebuah keputusan. Keputusan yg terpaksa harus aku ambil. 
Aku melihat dia menangis di depanku, tersedu karna harapannya pupus karena keputusan yg kuambil. Dia memohon dan aku dengan wajah datar menolak permohonannya. Dia menolak dan meronta tdk setuju dengan keputusan yg kuambil dan dengan tatapan tajam aku diam, dan diamku berarti memaksa dia harus menerima keputusanku. 
Dia tak berdaya, dan aku tetap teguh pada keputusanku.
Yang dia tidak tau, (yang dulu aku pun tidak tau) hatiku tersayat-sayat. 
Betapa sesungguhnya...aku juga sangat tidak menginginkan semua ini terjadi. 
Tidak ada orang lain yg memaksaku untuk mengambil keputusan ini. 
Aku memiliki kemutlakan dalam memutuskan, tetapi aku oleh diriku sendiri, dengan segala pertimbangan spritual, emosional dan rasional terpaksa harus mengambil keputusan tersebut. 
Aku dipaksa oleh kebenaran. 
Kebenaran yg tidak hanya mengoyak harapannya tetapi juga mencabik perasaanku. Kebenaran yg tdk hanya membuatnya menangis tetapi juga membuat jiwaku tersedu. Kebenaran yg tidak hanya membuat mimpinya sirna tetapi juga membuatku merasa gagal. 
Kebenaran yg mungkin membuatnya merasa bahwa hidupnya berakhir pada hari ini ketika aku membuat keputusan, tetapi membuatku yakin, keindahan masa depannya dimulai hari ini.
Semoga pemilik kehidupan memberkati langkahnya.

Thursday, April 25, 2013

Alvaro dan Angelo

Kejadian lucu dengan kedua anakku kemarin pagi.
Bangun pagi si abang Alvaro masih pake baju tidur, masih setengah ngantuk berjalan keluar. Tiba2 ditaman kucing melompat dan si abang spontan berkata "ihhhhh cinga" maksudnya singa wkwkwkwk
Aku kasih tau, itu kucing bang yang suaranya meong bukan singa.
Memang anakku ini sangat menggemari binatang dan suaranya.
Dia suka menirukan suara2 binatang.
Oh ya Alvaro sudah sekolah loh di Play Group Bright Kiddies hanya 2 kali dalam seminggu sih sebagai wadah sosialisasi aja dengan teman.
Dia udah pintar main games di tab loh. Hebat dehhhhh

Kejadian lucu kedua adalah Angelo di pagi yang sama menutup telinga saat mendengar suara guntur. Sambil menutupkan kedua tangannya ketelinganya. Ahahaha memang kata mbak lasmi dia selalu begitu setiap mendengar guntur.
Hahaha kalau anak kecil pujaan hati mommy ini suka banget makan. Suka juga minum air putih. Sudah pintar bilang mam (makan), num (minum), nen (nenek; pengasuhnya yg dipanggil nenek) dan gigi. 
Begitu deh cerita terbaru kedua anakku yg ganteng2 itu heheheh....

Love them both so much *hug and kiss*







Wednesday, March 27, 2013

Menghormati Hak Orang Lain

Tanggal 8 April nanti, saya dan teman2 sekelas PhD program akan kuliah lagi. Block teaching lagi 8 hours per day *sick*
Jadi karena ada 2 tugas yang harus dikumpul yaitu academic writing dan research methodology maka keinginan saya menulis hal diluar tugas menjadi tinggi wkwkwkwk....

Ceritanya saya tadi pagi naik motor ke kampus.
Di pom bensin Citraland saya mengisi bensin dulu, minta full tank.
Ternyata full tank hanya Rp 12.265.
Saya bayar uang 15rb dan si mas-nya mengembalikan 3rb.
Saya heran, lalu saya kembalikan seribu ke si mas-nya dan dia bilang gpp bu bawa aja.
Saya ya ga enak dong, saya bilang jangan ini ambil aja gpp, kembalinya untuk mas saja.
Lalu dia menerima uang seribu itu dan teuteup maksa memberikan uang koin 500 ke aku.
Sudahlah, daripada panjang cerita akhirnya aku terima uang itu dan mengucapkan terima kasih lalu greng...greng....berangkat ke kampus.
Lain banget ya dengan gaya para kasir di berbagai supermarket dan hypermarket bahkan mini market di Indonesia.
Belanja di tempat mereka, selalu bikin BT kalau bayar dengan cash.
Belanjaan sejumlah misalnya Rp 53.275, jika dibayar dengan uang 55rb dengan santainya akan mengembalikan uang Rp 1.500,- atau kalau dia lebih baik sedikit dikembalikan Rp 1.700,-
Helloooooo uang saya 225 rupiah atau 25 rupiah dikemanain????
Biasanya saya juga akan ngotot minta kekurangan uang saya, sampai si kasir memandang saya dengan pandangan hina seolah2 saya adalah wanita paling pelit sedunia, atau pembeli lainnya memandang aneh seolah2 saya adalah orang miskin papa yang memaksakan diri belanja di pasar modern.
Baiklah...

Lalu, minggu lalu, pulang greja si mbak lasmi salah seorang yg mengasuh anak saya pas di mobil bilang "bu, itu bendera biru partai apa?"
Lalu saya jawab "itu bukan biru mbakkkkk itu hijau...partai PKB"
"oh..." jawabnya sambil tertawa malu.
Saya kemudian tanya lagi, "mbak dulu pas pemilu pilih partai apa? Saya boleh tau ga?" *saya takut dikira melanggar asas LUBER*
Dia jawab "oh saya PDI Perjuangan bu..."
wetz...sama dong dengan bapak kataku sambil ketawa2
"Eh mbak, dulu pas pemilu ada ga yang kasih duit di kampung mbak dan disuruh memilih partai tertentu" Tanya ku lagi.
"Ada bu...banyak" kata dia.
"Oh ya?" kataku terkejut "trus...trus...mbak terima ga duitnya?"
"Ya enggak bu... saya kan berdosa bu, kalau terima duitnya tapi ga memilih. Nanti kualat bu. Lebih baik saya ga usah terima aja, karena di kampungku itu kan kebanyakan PDI bu."
*fyi, si mbakku ini berasal dari Madiun.
trus "ada yg terima ga bu, uangnya?"
si mbak jawab "ya ga tau bu..mungkin ada ya. saya ga tau. saya sih yang penting ga ambil uangnya, karena ga enak bu, ambil uangnya tp ga milih. ga baik bu"
Hebat benar si mbak ini ya.... :D

Udah dulu ah, mau kerjain tugas :D

Saturday, January 26, 2013

Happy (very belated) New Year

Dipenghujung Januari 2013 ini, saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru, semoga tahun ini menjadi tahun yang penuh sukacita dan perdamaian bagi kita.
Lama banget ya ngucapinya :-) maklum akhir-akhir ini hidupku sangat dramatical.

9 Desember 2012 yang lalu ibu mertuaku meninggal dunia pada usia 61 tahun setelah terdiagnosa menderita penyakit kanker pankreas. Dimulai pada awal Agustus mertuaku merasa lebih mudah lelah, gula darah meningkat, susah bab, lalu dilakukanlah pengecekan. Hasil lab dan diagnosa dokter menyimpulkan bahwa ibu mertuaku akan bertahan hidup maksimal 6 bulan karena kanker pankreasnya. Setelah mencari 2nd, 3rd bahkan 4th opinion, hampir semua dokter mengatakan hal yang sama. Kami melakukan berbagai upaya penyembuhan dengan pergumulan emosional dan spritual yang sangat berat. Namun kehidupan dan kematian adalah otoritas Tuhan, sehingga meski belum siap kami harus menerima kenyataan bahwa 4 bulan setelah didiagnosa (lebih pendek dari 6 bulan) ibu yang sangat kami kasihi meninggalkan kami.
Desember yang seharusnya penuh sukacita, menjadi sarat dengan dukacita karena seorang ibu yang merupakan pusat kehidupan 5 anak (2 pria dan 3 wanita), 1 menantu yaitu saya dan 2 cucu yaitu anak kami (Alvaro dan Angelo), diminta kembali ke rumah Bapa di surga.

Lalu pada tanggal 23 Desember, 2 hari sebelum natal ibu lasmi dan dewi yang selama ini membantu kami, pulang ke rumah mereka masing-masing dan memutuskan tidak kembali lagi. Tentu saja kepulangan mereka memberikan pengaruh yang signifikan pada kami. Selama ini anak-anak bersama mereka di rumah ketika kami bekerja. Akhirnya anak-anak kami titipkan di day care. Kami menjalani hidup tanpa pembantu. Dan inilah aku seorang istri, ibu 2 anak laki-laki, dosen full time sekaligus ketua program studi IBM UC dan mulai januari tgl 19 menjadi full time PhD student di Universiti Utara Malaysia (UUM), Sintok negara bagian Kedah.
Untungnya structur program studiku adalah research, sehingga di kelas hanya butuh 1 semester, itupun kami padatkan menjadi kuliah 2 minggu di UUM, full day 8 hours per day, lalu akan dilanjutkan di surabaya selama 2 minggu full day juga, demikian seterusnya sampai jam utk 1 semester tepenuhi. Lalu independent study akan dilakukan.
Untungnya lagi adalah, aku memiliki suami dan kakak-kakak yang sangat mencintai dan mendukungku. Perkuliahanku di UUM kujalani dengan tenang karena anak-anak diasuh dan dirawat oleh kakaku yg pendeta di Depok. Bahkan kakakku yang di Jerman, memajukan cutinya sehingga kemarin tgl 25 sudah sampai di depok untuk membantu kakakku yang pendeta merawat anak-anak. Sungguh aku diberkati dengan saudara-saudara yang baik hati.

Tidak perlu takut menjalani kehidupan, karena sebenarnya Tuhan selalu menyediakan yang kita perlukan, baru setiap pagi. Meskipun sebenarnya hatiku resah minta ampun karena tidak ada pembantu tapi keyakinan pada kebaikan Tuhan selalu membuatku tenang.
Talking about PhD program yg sedang kujalani sangat menyenangkan dan menantang. Kerjaannya hanya membaca ribuan jurnal dr 4 or 3 grade journals, menulis, menganalisa, membaca, menulis, menganalisa dan begitu terus berulang-ulang : D itulah mengapa sekarang aku menulis di blog ini karena lebih menyenangkan daripada menulis sesuatu yg akademik hehehehe.... *enjoying my guilty pleasure.*

Thursday, December 06, 2012

4 years....

Waktu berlalu seasa sangat cepat. Katanya itu berarti aku sedang emnikmati hidupku :-)
Tiba-tiba saja beberapa bulan terakhir disibukkan dengan urusan sekolahnya abang Alvaro masuk play group.
Ambil cuti demi mengantar si abang untuk test ini itu.
Cari baju natal kembaran untuk abang dan adik, antar si abang kursus musik, cari sepatu krn yg lama kekecilan, duh pernak pernik anak tidak ada habisnya.

Baru nyadar hari ini sudah 4 tahun kami menikah...
Banyak kerepotan2, banyak perbedaan pendapat, banyak permasalahan. Banyak juga yang berubah. Ukuran pinggang wkwkwkwk, prioritas dlm hidup, cara menyelesaikan permasalahan dan lain-lain dan lain-lain. Satu yg tidak berubah, rasa di hati masih seperti dulu. Merindu ketika berjauhan, resah ketika tidak mendengar berita, bahagia ketika bersama-sama.
Rasa itu masih sama, semoga akan selalu begitu, selamanya.

ps: Every day I love you...

Tuesday, September 25, 2012

Sebelum September Berakhir

September Ceria, itu pasti :-)
Minggu ini September berakhir dan saya akan mengakhirinya dengan manis sekali.
Ada 3 agenda besar yang akan kulakukan.

Pertama, Hari ini tepatnya nanti siang, kami akan menandatangani KPR dengan (again) bank mandiri. Berkat kemurahan Tuhan kami akan membeli rumah kedua kami di Citraland Utara tepatnya di cluster Palma Grandia.
Pembelian rumah ke-2 ini tidak seheboh pembelian rumah yang sekarang kami tempati.
Bermula dari kesadaran bahwa Alvaro tahun depan akan 3 tahun, maka kami mulai mencari2 sekolah yg menurut kami cocok untuknya. Cari2 ternyata yg dekat2 ke pondok maritim itu tidak ada yang representative. Yg cocok rada jauh, sehingga rasanya tidak tepat menyekolahkan anak playgroup tapi hrs menempuh perjalanan 1jam-an. Bagaimana mungkin Alvaro enjoy bermain2 kalau harus dihadapkan dengan perjalanan panjang dan macet?
Hasil berdiskusi dengan suami, kami putuskan Sekolah Citra Berkat yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Ciputra adalah sekolah yg menurut kami cocok untuk Alvaro. Semoga juga nanti untuk Angelo cocok.
Saya mengenal orang2 dibelakang layar sekolah tersebut. Saya tau kurikulumnya. Saya tau metode pembelajarannya, dan saya juga mengenal beberapa gurunya. Beberapa rekan kerja juga menyekolahkan anaknya disana, rasanya sekolah itu mantap menjadi pilihan kami bagi Alvaro dan adek Angelo. Dan yang pasti kalau anakku sekolah disana maka akan dapat discount karena berada dalam satu grup dengan tempatku kerja yaitu Universitas Ciputra hehehe.... 
Akhirnya aku memasukkan nama anakku sbg nama yg dimasukkan di daftar tunggu karena pendaftaran resmi baru bulan desember nanti.
Pikir2 dari pondok maritim ke sekolah itu, akan memakan waktu 45 menit sampai 1 jam, kasian Alvaro. Lalu kita berpikir untuk menjual rumah di pondok maritim ini dan membeli rumah di daerah citraland. Lihat2 rumah disana rasanya kita naksir tp harganya bikin kita minder. Terpikir untuk menjual rumah yang sekarang kita tempati sbg modal membeli rumah di citraland. Tetapi menjual rumah juga bukan perkara yg mudah, dan suamiku juga merasa rumah di pondok maritim ini sayang kalau dijual. Karena rumah ini penuh kenangan indah. Hitung2 kemampuan financial, ternyata oh ternyata, aku mendapat diskon beli rumah di citraland karena tepat Juni 2012 aku telah 5 tahun bekerja di grup Ciputra. Akhirnya, dengan jumlah diskon yg cukup besar itu, kondisi financial kami menjadi ter-up grade menjadi mampu membeli rumah di citraland dengan bantuan bank tetu saja dan pinjaman lunak dari kakaku di Jerman, hehehe....
Enaknya....kerja di Ciputra Group.
Akhirnya, kami memilih cluster Palma Grandia karena cluster ini berseberangan dengan Sekolah Citra Berkat. Kira2 waktu dari cluster ini ke citra berkat cukup 10 menit dengan berjalan kaki. Perfecto. Lalu kita melihat2 tipe rumah yang kita pengen, jadilah tipe Quatro yang kita pilih dengan luas tanah 162m dan luas bangunan 95m. 
Lalu hal terbaik dari pilihan kami atas rumah ini adalah rumah ini berada di blok K8-22.
K stands for Kejayaan atau Kesuksesan atau Kesejahteraan atau Kemakmuran, you name it lah hehehhee..... and 8 is for august and 22 is for 22 itself. Ada apa dengan 22-8. Belum tau juga? Masak ga tau? hm...kasih tau ga ya? :D it's my birthday...Tedeng....
Sepertinya serba kebetulan ya....tapi aku memaknainya sebagai berkat kemurahan Tuhan :-)

Well yang kedua adalah sabtu depan tgl 29, wisuda ke-3 UC akan dilaksanakan. Wisuda pertama dan kedua aku ga datang karena sedang hamil saat itu. 
153 mahasiswa IBM akan diwisuda. Kami sangat berharap mereka akan mewarnai nusantara dengan kontribusi mereka diberbagai bidang khususnya melalui entrepreneurship. Wisuda kali ini aku harus datang karena aku masuk dijajaran senat, dan aku sendiri yg akan mewisuda mahasiswa IBM karena saat ini aku sedang menjabat sebagai ketua program studi IBM. Bangga rasanya ikut serta berkontribusi membentuk mereka menjadi seperti sekarang. Rencananya, wisuda kali ini akan dilakukan 2 gelombang. Jadi meskipun IBM masuk gelombang pertama atau pagi, tapi aku sendiri akan ikut serta sampai selesai gelombang kedua karena anggota senat. So sabtu depan full day akan di kampus, maafin mommy ya Alvaro dan Angelo :-)

Ketiga, dan yang paling dinanti adalah Minggu 30 september Alvaro genap 2 tahun. Artinya, 2 tahun jg aku sebagai ibu. Rasanya luar biasa.
Meskipun Alvaro belum terlalu jelas ketika berbicara, namun aku sangat PD anakku ini OK. Dokternya blg itu karena keseringan nonton TV. Lah bagaimana tidak upin dan ipin itu adalah tontonan wajibnya :D
Tapi aku yakin tdk ada masalah dengannya. Dia sangat OK. Sudah bisa nyanyi cicak2 di dinding, aku bahagia, lagu2 dari kursusannya meskipun blm lengkap full satu lagu. Tapi itu juga lumrah :D
Dia Tau mengkomunikasikan apa yg dia mau seperti inta (minta), num (minum), tutu (susu), anim (hbs berdoa), memanggil orang2 sesuai panggilannya. Sudah bisa memasang DVD untuk nonton upin ipin, melompat dengan 2 kaki, menendang bola, ambil minum dan minum sendiri, ambil roti2 sendiri, buka sepatu. Bermain sendiri, menirukan gerakan dia bisa semua. Menyayang2 adek, tepuk2 punggung adeknya Angelo kalau adeknya nangis. 
Memang secara sadar kami tdk menargetkan apa2 untuk dia capai. Aku ingin dia menikmati hidupnya. Crayon dipake nyoret2 lantai meskipun dikasih kertas, it's ok. Nothing to worry, dia lagi masa mengeksplorasi. 
Buku2 bergambar dia bolak-balik tanpa mau menyebut apa yg sedang kita ajarkan juga OK.
Toh, dia juga akan menyerap banyak hal dari apa yg dia lakukan. 
Semoga Tuhan memberikan hal-hal terbaik dalam kehidupannya.

Selamat menjalani hari ini, kok tiba-tiba aku kangen Angelo dan Alvaro ya :-)

Sunday, August 26, 2012

Happy to the bone

Tadi pagi jam 3 dini hari kami bangun pagi siap2 pulang ke sby. Flight kami benar2 early morning flight. Tanpa mandi, jam 3.30 semua sudah siap berangkat ke bandara.
Yg pulang ke sby aku, Alvaro, Angelo, ponakanku Jacob yg akan kuliah di UB Malang dan Dewi. Ponakanku Iren ikut ngantar ke bandara.
Sampai di bandara jam 4.30 ramai bukan main. Niat mau ke toilet kuurungkan karena melihat antrian panjang masuk bandara. Saking ramainya, ponakanku iren masuk sampai ke gate 6B tanpa ketahuan. Ikut boarding saudara-saudara :D
Sayang ga bisa ikut terbang hehehe....
Tumben2nya penerbangan Indonesia on time. Jam 5.50 sriwijaya diterbangkan menuju Surabaya. Anak2 benar2 anak yg manis. Sperti biasa ga rewel. Sampai Angelo diminta oleh pramugari untuk digendong. Lalu digendonglah dia sampai ketiduran.
Jam 7.15 kami sampai di Surabaya. Si papa sudah menunggu dengan bahagia.
Habis cipika cipiki, pulang ke rumah dan mampir dulu beli nasi pecel utk sarapan :D
Benar2 suasana yg indah memulai hari.
Ada rasa haru saat memasuki rumah. Rasanya berkat tak terhingga masih bisa kembali ke rumah *puji Tuhan.

Sampai rumah, sarapan, beresin ini itu akhirnya jam 10 tidur sampai jam 2.
Jam 3 bahagia tak terkira, karena suamiku datang dari terminal bungurasih. Taukah anda siapa yg dijemput sodara-sodara sekalian????
Yang dijemput adalah *tedeeeeennggggg* music latar *tedengggg lagi* yaitu *tedeeeng jeng...jengggggg* Mbak Lasmi *horeeeeeee......
Mbak Lasmi sodara.... Mbak Lasmi *joget2 kegirangan
Mbak Lasmi ART yg dulu minta pulang pdhal baru sebulan di rumah.
Mbak Lasmi mudik tgl 4 agustus lalu, karena kami juga ke Jakarta.
Pas mudik emang dia rada nangis terharu dengan banyaknya oleh2 (menurut dia) yg kta kasih. Pdhal cuma baju utk dia, roti kaleng, sirup, permen dan coklat2 sekedarnya. THR proporsional serta gantinya ongkos pulang ke rumahnya di madiun.
Padahal pas ngasih juga kita ga ada agenda apa2. Benar2 hanya ungkapan terima kasih karena dia mau mengurungkan niatnya pulang kampung sampai 4 agustus sebagaimana dulu kuceritakan. Dia sih terharu biru saat mau pulang. 
Bilang "Adek Anjilo (begitulah dia manggil Angelo sodara2), baik2 ya. Nanti ibu datang lagi"
Dia minta foto2nya sama Angelo yg di hp dewi dicetak. Minta fotoku dn suami juga. Duh macem2 deh....Saat itu aku merasa air matanya air mata buaya :D Aku sangat yakin dia ga akan dtg lagi. Males aja ngarep.
Eh....taunya dia datang. Duh rasanya senang tiada terkira. Ga kebayang dengan kondisi hbs operasi ga ada dia. Aih pokoknya perasaanku senang bgt deh...
Senangnya melebihi dpt bonus yg jumlahnya spektakuler kikikik....
Benar2 hari yg indah....
Terima kasih ya mbak Lasmi, mau datang lagi ke rumah kita :-)
Yang betah ya mbak... sampai Anjilo eh Angelo 5 thn deh wkwkwkw *ngarep
pokoknya i love you full deh mbak lasmi.... *muahhhhhh

Thursday, August 23, 2012

Selamat Ulang Tahun Buatku :-)

Kemarin, 22 Agustus aku berulang tahun, yang ke 20 menurut FB.
Senang luar biasa, karena ternyata aku masih bisa merayakannya.
Aku tidak berharap apa-apa, karena yg terbaik telah Tuhan berikan padaku. Bangun pagi karena dibanguni suami dan keponakan2 yg menyanyikan lagu "Happy Birthday" dengan membawa kue tart. Hahaha...suamiku ini memang jempolan, disuasana lebaran yang toko2 masih tutup dan di kota Depok yang nota bene bukan kota kami tetep aja dia bisa menemukan toko, hebat ya :D *thank you darling...
Siangnya makan bersama di rumah. Rasanya belum terlalu fit keluar2 lagi.

Lalu tadi, seminggu setelah pulang dari RS kembali aku harus ke RS utk check up.
Aku di periksa oleh Dr. Sonny. hanya dengan memeriksa pake steteskop Dr bilang semua OK. Aku kaget. "yakin dok? ga ada masalah? ga perlu usg atau ekg?"
Dia tersenyum lalu jawab, "tidak perlu semua baik2 saja. 3 bulan lg boleh ke dokter untuk cek. Boleh di surabaya aja. Tidak perlu kesini."
Puji Tuhan...
"Minggu tgl 26 saya balik ke surabaya loh dok, naik pesawat... yakin gpp?" tanyaku memastikan.
Lalu si dokter menjawab: "iya bu. Kondisi ibu sekarang sudah normal. bocornya sudah ditambal. Ibu bebas melakukan apapun. Kecuali mengangkat beban berat, mendorong atau mengendong anak jangan dilakukan dulu minimal sampai 3 bulan ke depan."
Oh... senangnya hatiku.
Meskipun tidak boleh menggendong anak itu merupakan efek samping terberat yang kurasakan setelah operasi ini. Sejak operasi sampai sekarang aku belum pernah gendong Angelo. Kaka2ku, ponakanku dan dewi bergantian mengurus dia. *terima kasih kakak2ku (kakak Carol, Kak Rico, Kak Ika, Ponakanku Iren dan juga Dewi)*  yang penuh cinta kasih menjadi susbstitute mommy bagi Alvaro dan secara khusus Angelo.
Memberi makan, memberi susu, memandikan, mengganti popok sampai bangun tengah malam mereka lakukan untuk Angelo.
Aku tidur dengan nyenyak tanpa gangguan di kamar ber-AC yang selama aku di rumah kakakku di depok ini menjadi kamar pribadiku.
Betapa hidupku selalu terberkati dengan lingkaran orang-orang baik di sekelilingku.
Kemarin, ada 100an posting di wall FB-ku mengucapkan selamat ultah, hampir seluruh list  contact bb mengucapkan juga, beberapa sms, dan telepon. Rasanya aku harus bersyukur untuk setiap hati yg tulus mendoakan, untuk setiap waktu yg mereka berikan kepada jemari2 mereka untuk menuliskan rangkaian doa dan harapan.
Terima kasih, semoga Tuhan yg memelihara kebaikan hati Anda semua.

Hidup memang tak selalu indah.
Banyak hal kecil dan hal besar yang mengganggu hati, kenyamanan dll.
Tetapi adalah lebih baik fokus pada hal yang membangun daripada yang merusak.
Fokus pada orang2 yg memberi kepedulian drpd orang yg pura2 tidak tau.
Fokus pada orang yg memberikan bantuan drpd kepada orang yg mempersulit hidup kita.
Fokus pada orang yg mendukung drpd fokus pada cibiran.
Seperti syair lagu yang berkata, "bila topan keras melanda hidupmu, jika putus asa dan letih lesu. Berkat Tuhan satu-satu hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya."
Maka harapanku di usiaku ini adalah menjadi lebih baik, dalam setiap hal.
Aku siap, tolong aku Tuhan.
Selamat Ulang Tahun Buatku, Tuhan memampukanku menjadi lebih baik.

Sunday, August 19, 2012

WaktuNYA TUHAN

Pada awal tahun lalu, di bulan Januari, aku memposting tulisan awal tahun dengan judul "Happy New Year"
Saat itu aku katakan akan ada 2 agenda besar dalam kehidupanku yaitu kelahiran anak ke-2 kami di bulan February yaitu Angelo dan pernikahan abangku di bulan Mei. Ke-2 agenda itu berjalan dengan baik, berkat penyertaan Tuhan. Anakku Angelo sekarang sudah 6 bulan, dan abangku dan istrinya sekarang tengah menanti anak pertama mereka.

Ternyata, benar adanya bahwa kehidupan ini total adalah milik Tuhan. Segala sesuatu terjadi JIKA sekehendak DIA. Baru saja di Agustus ini ternyata ada kejadian spektakuler dalam kehidupanku, yang luput dari perkiraanku :p Kelahiran baru bagiku, koreksi terhadap kondisi jantungku, operasi tambal ban  jantung.
Tuhan itu benar2 bekerja dengan cara yang ajaib. Luar biasa...
Aku dilahirkan ibuku pada 22 agustus beberapa puluh tahun yang lalu. Dan kelahiranku kembali dengan operasi jantungku ini juga dilakukan di bulan Agustus. Sepertinya, Tuhan sengaja menjadwalkannya tetap di Agustus hehhee.... oh iya, tahun kelahiranku kembali juga pada tahun Naga, sama dengan tahun kelahiranku :-)
Btw, sebenarnya keinginan agar jantungku ini di operasi merupakan resolusi tahun 2011 suamiku yang baik itu. Pada malam pergantian tahun 2010 menjelang 2011, saat itu k ami berdoa bersama di rumah mertuaku. Ketika masing2 anak diminta untuk menyampaikan apa yg diinginkan terjadi 2011, suamiku bilang "operasi jantung mama Alvaro dilakukan tahun ini." Anehnya resolusiku justru "sekolah S3"
Ternyata, 2011 berlalu, resolusi kami tdk ada yg tercapai.
Tidak ada rasa sedih ataupun galau. Toh aku juga bukan orang yg suka bikin resolusi sebelum2nya. Hidupku mengalir dan semua kunikmati dan kusyukuri.

Tahun 2012, di bulan Agustus tanggal 9, operasi jantungku dilakukan. Resolusi suami tercapai, 1 tahun kemudian.
Tahun 2012, di bulan Agustus tanggal 11, ketika aku istirahat di kamar RS, wakil dekan fakultasku bu Inge bbm.
"Bu, tanggal 30 agustus, usahakan proposal disertasinya ya. Kasaran aja hanya untuk menentukan siapa promotor. Berkas ibu juga nyusul aja, kita disetujui untuk S3"
Rasanya aku ga bisa berkata2 lagi.
JIKA TUHAN berkehendak, Januari 2013 semester pertamaku menjadi PHd student di Universitas Utara Malaysia.
Ajaib Tuhan dengan semua pekerjaan2Nya.

Thursday, August 16, 2012

Terima Kasih RS JANTUNG HARAPAN KITA

Akhirnya, kemarin aku boleh pulang.
Terima kasih Tuhan, terima kasih kepada seluruh tim dokter bedah (Dr. Pribadi, Dr. Salomo Purba, Dr. Yosis, dan beberapa dokter residence.) Terimakasih juga tim Dr Jantung (Dr. Poppy, Dr. Raditya, Dr. Martua Silalahi, dan juga beberapa dokter residence) serta juga para perawat yang membantu perawatan, tim rehabilitasi dan semua pihak yg membantu kami selama di RS.

Kalau aku harus memberi nilai (kebiasaan menilai mahasiswa) pada seluruh layanan yang kuterima selama di RS ini, maka aku akan memberikan nilai sempurna (100) atau 5 bintang. Tentu saja aspek pertama yang kuberi nilai adalah pada layanan utamanya yg reliable dn terpercaya. Memang aku secara pribadi masuk ke RS ini tdk sedang sekarat. Justru aku sangat fit. Tetapi tetap aku bisa merasakan betapa reliablenya layanannya. Hanya dalam 4x visit di bulan april lalu, diagnosa terhadapku sudah ditegakkan serta beberapa alternatif solusi pemecahannya. Tidak ada konsultasi panjang berbelit2 yg harus dilewati. Tidak ada tindakan2 yg diambil coba2. Semua serba pasti dan mengarah pada satu tujuan. Hal ini diperkuat cerita dr beberapa pasien yg merasa secara langsung dan signifikan kualitas hidupnya yang sekarang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Lalu aku juga harus memberi nilai sempurna untuk seluruh tim baik dokter, perawat, petugas kebersihan, tim rehabilitasi, petugas administrasi, bahkan security. Mereka merupakan sekumpulan orang2 yang ahli dibidangnya masing2, dan mengetahui dengan jelas apa yg menjdi job description-nya. Tidak ada cerita2 seram dari seorang perawat yg sok tau, yang ada justru menceritakan prosedur2 perawatan kesehatan yg diperbincangkan. Bagaimana merawat luka bekas operasi, bagaimana biar tdr  terasa nyaman dll. Pertanyaan2 yg hrs dijawab oleh dokter tdk dicoba2 dijawab. Mereka sll jwb, nanti coba saya tnya dokter. Dn benar saja dia atau bahkan penggantinya (klo sdh ganti shift) akan memberi tau jawabannya. Atmosphere yg muncul tidak mencekam dan juga tidak terlalu santai. Semua kelihatan ditempatkan pada tempatnya. Bahkan petugas kebersihan yg dtg berkali2 dan karena aku berada pada kamar sendiri tidak terlalu rumpi. Justru aku yg rumpi. Aku coba bertanya2 lebih tepatnya mengulik2 eh most of them menjawab sangat profesional.
Well, nilai sempurna selanjutnya adalah pada integrasi datanya. Single identity. Selama aku di RS tsb tidak ada pendataan2 ulang terhadap diriku. Semua data seperti terrecord dgn sangat baik. Lintas gedung, lintas layanan dengan membawa surat pengantar dari orang sebelumnya, maka kita akan diproses dengan langsung. Justru aku yg tdk PD selalu memperkenalkan diri. Blm PD di negeriku Indonesia ada layanan seterpercaya itu.
Nilai sempurna berikutnya utk cara RS ini memperlakukan manusia. Tingkatan manusia dibedakan berdasarkan urgency dari penyakitnya. Bukan tebal tdknya dompet. Tidak ada perbedaan perlakuan pada pasien yg bayar sendiri atau dibayar askes, atau dibayar perusahaan, atau jaminan surat miskin. Beda fasilitas ada dn tentu saja itu wajar.

Semoga RS ini semakin jaya khususnya dalam menghadapi persaingan globalisasi.      Bangga menjadi seorang Indonesia yg memiliki aset seperti ini.

Dalam kesempatan ini juga saya mengucapkan Terima kasih yg tulus dari lubuk hati yang paling dalam kepada PT. HD FINANCE, TBk. yang memberi jaminan dan bantuan dana pada pengobatan saya. Betapa rasa sakit yang saya alami jauh lebih ringan dengan adanya bantuan dari perusahaan tempat suami saya bekerja ini. Tuhan memberkati seluruh jajaran direksi, management dan staff. Kiranya Tuhan yang melebarkan kemahmu ke timur ke barat, ke utara sampai ke selatan. Semoga semakin banyak orang yang terberkati dengan kehadiran perusahaan ini di Indonesia.

Terima kasih yang tulus jg kami smpkan kpd alumni dan mhs IBM UC yg memberi perhatian khusus kpd kami. Smg Tuhan yg memberkati kepedulian Anda kepada kami. Untuk seluruh keluarga, teman dan kolega yg memberi dukungan doa, perhatian, dukungan moral dan material kami jg sampaikan terima kasih yg tulus. Tuhan memberkati sekalian.

Monday, August 13, 2012

Thanks for 6 wonderful Men

Rasanya tidak berlebihan kalau aku mengklaim diri menjadi salah seorang perempuan terkuat di Indonesia katakanlah setelah Ny. Meneer yang berdiri sejak 1919 hehehe...
Bagaimana tidak kuat, ada 6 darah pria luar biasa yang sekarang mengalir didalam tubuhku.

Masih terkait dengan operasi jantungku yang dilakukan Kamis, 9 Agustus lalu, pihak RS meminta keluarga mencari pendonor sendiri karena stock darah di PMI kosong terkait dengan bulan puasa. Lalu mulailah suami broadcast ke berbagai grup untuk meminta kesediaan mendonorkan darah A+ langsung ke PMI Kramat Raya untuk didonorkan langsung ke pasien atas namaku. Respon yang sangat cepat berdatangan, ada yg janji telp besoknya (rabu) ketemu dimana dan jam berapa. Benar2 saya takjub pada rantai kebaikan yang diteruskan oleh berbagai orang bahkan yg belum pernah berkenalanpun ada yang merespon. 
Sungguh Tuhan itu sangat baik.
Meskipun isi pesan yg dikirimkan ada versi modifikasi, yang bilang bahwa aku sedang tebaring sekarat. Dan ketika kujawab aku sedang baik2 saja maka yg bbm-pun kaget setengah mati ahaahhaha....

Lalu pada hari rabu, jam 8 pagi, suami dan abangku sudah menunggu para pendonor datang di PMI. Ada 2 perempuan yang datang untukku (dan ke-2nya tdk kami kenal) sayangnya tekanan darahnya rendah sehingga mereka tdk layak menjadi pendonor. Jam 1 siang, suami dn abangku broadcast lagi untuk mengatakan bahwa kebutuhan darah sudah cukup. Karena msh aja telepon, sms, bbm, fb yang bertanya dan konfirmasi dtg di sore hari. Tuhan bekerja dengan cara luar biasa.

Dan inilah profil singkat para pria baik hati yang sekarang dalam tubuhku darahnya mengalir :-)
  1. Seorang pria yang sangat cakep, ayah 2 orang anak laki-laki, suami seorang wanita yg sangat mencintai dan bangga padanya. Meski sifatnya keras tetapi kelembutan hatinya selalu muncul pada saat yang tepat. Alumnus dari Universitas Brawijaya Malang dari fakultas hukum ini benar2 sangat tegas terhadap yang benar dan salah. Postur yang tinggi tegap membuat dia memiliki kharisma seorang pemimpin. Dia adalah kepala cabang sebuah perusahaan swasta PT. HD FINANCE SURABAYA. Pria pendonor pertama ini adalah suamiku Alfons Manuel Napitupulu * I Love You more than I can say honey...
  2. Pria ke-2 adalah seorang pria yang sangat teruji kesehatannya. Pria yang menurut suamiku tinggi besar, tetapi memiliki senyum yg tulus. Dia datang setelah suamiku selesai mendonorkan darahnya. Dia memperkenalkan diri sebagai marga Tambunan, dan memanggil suamiku lae. Dia benar 2 mengikatku sebagai seorang perempuan bermarga Tambunan. Karena kehadirannyalah ada darah Tambunan yg bertambah di tubuhku :-) Meskipun kita belum pernah bertemu ito David Tambunan, aku yakin kamu orang yang sangat hebat.
  3. Douan Wardhani.  Tidak banyak yg bisa kuceritakan mengenai pria baik hati ini. Menurut suamiku, dia memperkenalkan diri sebagai seorang web developer. Dia agak gendut, pendek tp sangat khas. Senyumnya ramah dan sangat bersahabat. Gayanya sangat easy going. Bahkan sehabis mendonorkan darah masih telihat sesegar sebelum dia mendonorkan darahnya. Sayangnya rantai pertemuanku dn dia kurang bis ditelusur. Bahkan beberapa nama yang dia beri tahu sbg sumber informasi kebutuhan darah ini belum bisa kami konfirmasi. Syukur kepada Tuhan yang menggerakkan hati orang baik sepertimu mas Douan. Semoga ada rantai yg mempertemukan kita suatu saat ;-)
  4. Pria ke-4 adalah pria peranakan batak dan sunda. Ayahnya batak, ibunya sunda. Jika 2 titik esktrim bertemu, keras-lembut; tegas-fleksibel, maka bisa dipastikan perpaduan yang hebat yang muncul. Maka tidaklah berlebihan jika pria Batak yang tegas tetapi bekerja di dunia hospitality ini kukatakan memiliki perpaduan tersebut. Dialah Ronald Situmorang yang jug merupakan itonya (saudara laki2nya iparku, Betty Situmorang).
  5. Pria ke-5 adalah pria yang kami juga sangat kesulitan mencari informasi mengenainya. Kalau tidak salah (semoga tidak) dia bilang ke suamiku bahwa dia adalah alumnus hukum brawijaya juga. Cuma karena sangat hectic suamiku tdk sempat bertanya banyak mengenai dia. Semoga rantai kebaikan juga yg membuatku bertemu dengannya, mas Andri Ari Wibowo. 
  6. The last but not the least of course, seorang pria yg sudah kukenal sejak SMP. Dia teman baik abangku Benri. Dia alumnus dari ITB, meski sebelumny pernah kuliah di UNSRI dan UNDIP. Bekerja dibidang IT membuat namanya cukup popular sebagai orang Pangururan alumni SMAN I PANGURURAN (almamater kami) yang berhasil. Ayah dari 2 putri cantik dan suami  dari salah seoramg perempuan tercantik di kampung kami. Dengan bangga aku memperkenalkan Nasir Simbolon pria ke-6 yang darahnya mengalir di tubuhku.
So, berhati-hatilah denganku ada 6 kekuatan pria luar biasa didarahku hehehe....
Dengan 6 latar belakang pendidikan dan wawasan, 6 budaya keluarga, sedikitnya 6 karakter terbaik yg mengalir di darahku sekarang. Siap mengguncang dunia *hallah...
Inilah aku dengan jantung baru dan darah baru siap menghadapi apapun bersama Tuhan dipihakku ;-)

Sunday, August 12, 2012

Thanks GOD I'm still alive

Apa yang bisa kukatakan setelah operasi selesai?
Banyak sekali....
Rasanya kepalaku penuh dengan ungkapan-ungkapan syukur dn puji-pujian bagi kebesaran Tuhan yang luar biasa ajaib dan nyata bagi hidupku. Dipenuhi juga ungkapan-ungkapan terima kasih atas seluruh doa, perhatian, dukungan dari seluruh keluarga, teman, kolega, mahasiswa2ku serta orang-orang yang belum pernah bertatap muka denganku tp dengan tulus memberikan dukungan dan doa. Sungguh nyatalah kebaikan Tuhan tanpa sekat agama, ras, budaya, latar belakang. Semua murni mengharapkan sebuah kebaikan pada kehidupan kemanusiaan.

Operasinya berlangsung jam 08.00 WIB.
Sebelumnya tim dokter bedah yg visit ke ruang intermediate yg diketuai oleh DR. Salomo dtg dan bertanya kesiapanku. Dia bercerita bahwa bocor di jantungku akan ditambal. Lalu aku jawab, sebenarnya tambal ban adalah keahlian orang batak, tapi tambal jantungku ini benar2 membuatku harus menyerah ke tangan para dokter. Lalu dia menahan tawanya. Ternyata diluar ruanganku, dia mengenalkan diri sebagai DR. Salomo Purba. Tuh kan... :D
Dengan didorong suster pakai kursi roda aku menuju ruang OK lantai 8 GP2. Kakak2ku singgah di toilet sehingga hanya suamiku yg menyertaiku smp ke pintu ruang OK. Sudah ada 4 dokter yang menyambutku. Aku berulang2 memperkenalkan diri sebagai Damelina. Takut ketuker dengan pasien disebelahku heheheh....
Setelah memeluk suamiku yang berkata "Aku, Alvaro dan Angelo masih sangat membutuhkanmu" aku berjalan dengan percaya diri ke meja operasiku.
Si dokter bilang, silahkan tidur kepala sebelah sini......
Tanpa tau apa yang terjadi jam-1-an, suamiku menggenggam tanganku. Tertawa2 senang dan masih foto2. Aku hanya merasa kesakitan yang amat sangat dengan bantuan alat pernafasan dan kehausan luar biasa. Aku minta alat pernafasannya dibuka tp blm boleh katanya tunggu jam 4.
Benar2 kondisi yang berat. Hampir setiap 15 menit terbangun kesakitan dan pengen minum dan pengen diambil alat bantu pernafasannya. Jam 4 tiba, alat bantu pernafasannya dicabut. Puji Tuhan. Diberi minum 20cc benar-benar serasa hidupku sempurna. Lalu mulailah malam yang panjang dengan kesakitan luar biasa. Setiap inchi tulang2ku seperti dipukuli. Sakit tak tertahankan dan minum di jatah. Sungguh sebuah masa peralihan terberat dari gerbang kematian menuju kehidupan. Malam itu terasa sangat panjang dan kelam.  Suara-suara mesin monitor setiap pasien benar2 menegangkan. Ada ketakutan kalau2 salah satu dr mesin pantau itu benar2 berhenti. Aktifitas di ruang yang ternyata Ruang ICU itu benar2 menegangkan. Sampai Jam 6 pagi aku dibersihkan oleh perawat Nelly boru Manurung. Dia bercerita apa2 yang akan kuhadapi di depan. Rasa sakit, cepat lelah, dll benar2 memberi aku pandangan. Jam 7 pagi aku duduk sendiri dan makan bubur sendiri. Sampai perawatnya bilang enak sekali seandainya semua pasien seperti aku.

Kondisiku berkembang dengan baik. Jam 12an aku di pindh ke gedung perawatan 2 lantai 6. Tidak perlu melewati ruang intermediate. Biasanya semua pasien ICU akan msk dulu ke intermediate. Tekanan darah so far baik. Kondisi2 lain juga msh baik. Hanyan badan msh sakit, miring kiri pegel, miring kanan sakit. Kepala ketinggian pusing, kerendahan pegel. Benar2 tdk nyaman. Minimal dalam 2 bulan tubuh kembali pulih dan adaptasi. Semua butuh proses, untuk sesutu yang lebih baik.

Seminggu sudah aku tidak ketemu ke2 buah hatiku.
Rasanya sangat menyakitkan. Tulang2 serasa dipukuli, kulit perih menahan luka dan hati mencari2. Percayalah ini adalah kondisi terburuk yang mungkin dihadapi seseorang dalam kehidupan.  Tetapi harapan atas kehidupan yg lebih baik, hendaknya menjadi penguat untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.
Tuhan itu baik. Percayalah, DIA teramat baik.

Di sore yg sepi ini, ditemani abangku benry yg lg main HP, ditemani TVOne, hatiku yg merindu pada anak2ku hanya bisa mengucap, Terima Kasih Tuhan utk kehidupan yg kauberi, terima kasih utk memberiku perpanjangan waktu sebagai ibu bagi ke-2 anakku Alvaro dan Angelo. Aku sangat terberkati...

Wednesday, August 08, 2012

Jantungku, Hidupku

Well cerita ga ya? hehehe
Sebenarnya pengen cerita setelah semua proses operasi selesai dilakukan. Tetapi berhubung banyak yang bertanya-tanya baik lewat bbm, sms, telp, facebook dll mengenai kondisiku sepertinya aku harus bercerita. Nanti setelah operasi cerita lg deh mengenai prosesnya :-)
Banyak yang bertanya-tanya kenapa tiba-tiba aku operasi jantung padahal sebelumnya kelihatan baik-baik saja.
Ceritanya cukup panjang sebenarnya. Jantungku ternyata bocor bawaaan, artinya sejak aku dibentuk di kandungan ibuku, kondisi jantungku bocor. 
Puji Tuhan, aku menjalani hidupku baik-baik saja. Hanya masa kecilku memang aku sering batuk2 klo kecapean, dan yang diperiksa selalu paru-paru. Ternyata penyebabnya adalah kondisi jantungku

Short long story, sampai akhirnya thn 2004 aku ke Jerman, aku merasa tidak kuat setiap musim dingin. Lalu saya ke dokter dn diketahuilah bahwa ada kebocoran di jantung dan harus ditambal. Namun karena tdk ada pengaruh yg signifikan antara kebocoran ini dengan kualitas hidupku maka aku abaikan saja.
Sampai pada tahun 2010, ketika akan melahirkan anak pertamaku Alvaro, aku ksh tau ke dokter kandunganku bhwa aku ada masalah dengan jantung, sehingga agak worry kalau melahirkan normal (aku ingat pesan dokter dr Jerman, bhw aku hrs didampingi dokter jantung pada saat melahirkan). Untungnya masa kehamilan berjalan dengan baik tanpa suatu kendala yg serius. Singkat cerita dokter jantungku menyarankan melahirkan dengan sectio saja dn setelah itu harus melakukan operasi untung menambal jantungku yg bocor. Terlalu asyik dengan Alvaro membuatku lupa dengan masalah jantung ini. Sampai akhirnya aku hamil lagi anak ke-2 yang membuat dokter jantungku Dr. Iswanto yang baik tapi galak itu marah-marah. Dia benar2 memaksa aku harus operasi jantung setelah melahirkan Angelo. Dia bilang "for a better life."
Mumpung sekarang kondisimu baik, aliran darah pada jantung mhs left to right kamu hrs operasi. Klo sudah sebaliknya, itu adalah point no return. Kamu operasi tidak bisa lagi. Lakukanlah sekarang di RS Jantung Harapan Kita the most reliable and cheapest in the world. Baiklah, for the better of my life, aku akan melakukannya. Lalu pada masa cuti melahirkan Angelo (april lalu) aku mulai melakukan check up ke RS Jantung Harapan Kita (harkit). Cek sana-sini dengan sistem layanan yg terintegrasi dan layak diacungin jempol (aku akan cerita mengenai pengalamanku menikmati layanan di harkit ini pada sesi yang lain btw :D) maka rekomendasi yang diberikan untukku adalah ASO (memasang payung) atau surgery repair ASD. Dijadwalkan pada selasa 7 agustus 2012 yang lalu. Jadwalnya memang agak lama dan antri karena kondisiku tidak urgent sehingga tidak masuk top priority.

Sabtu 4 agustus aku dan anak2 dan suami sdh berangkat ke jakarta. Anak-anak kami titipkan di rumah keluarga kakaku yg di Depok. Senin 6 agustus aku masuk RS. Dilakukan persiapan2 untuk tindakan ASO.
Selasa jam 11 aku masuk ruang operasi. Melihat monitor2 dn berbagai perlengkapan yg ada aku sdh ketakutan. Aku ingat Alvaro dan Angelo, my life, my soul my two eyes, the reason of my life. Akhirnya aku pasrahkan kehidupanku pada Tuhan pemilik kehidupan. Tiba jam 12 aku terbangun. Langsung otakku mengolah informasi. Kok cepat? Kenapa ini?  Tidak terlalu lama Dr. Poppy yg melakukan tindakan bercerita, bahwa pemasangan ASO  tidak dimungkinkan karena tempat nyantol payungnya tidak tepat sehingga dikhawatirkan tidak baik dimasa depan. Kalau begitu semangat for a better life tidak terpenuhi. Seteelah di itu dilakukan diskusi bahwa harus dilakukan tindakan operasi yaitu dengan cara membedah dada, lalu jantung dikeluarkan, sementara itu fungsi jantung digantikan mesin. Lalu jantung akan dibenahi dengan mengambil  selaput dari jantung itu sendiri, lalu menampelkannya pada yang bocor. Setelah itu, jantung akan dikembalikan ke tempatnya. Dada yang dibedah akan dijahit kembali. Lalu prosesnya selesai. Perkiraan waktu 4-5 jam. Hebatnya, tindakan bisa dilakukan besok kamis 9 agustus 2012.

Terus terang aku agak gugup. Dari perkiraan tindakan non bedah menjadi operasi besar membuatku sedikit takut. Aku merasa tidak siap, tapi ini adalah tindakan yg harus dilakukan dan dengan dukungan suamiku tercinta, keluarga, teman2 dan mahasiswa2ku aku sangat PD bahwa semua terjadi seijin Tuhan dan Dia yang akan berjalan di depan mendahuluiku. Dengan ajaib, saat aku bertanya-tanya pada Tuhan, mengapa tindakan ASO tidak bisa dilakukan? Aku membaca ayat Alkitab yang ku follow di twitter @BelajarAlkitab Yesaya 48:17 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuun engkau di jalan yang harus engkau tempuh." Aku sungguh  mengimani dan mengamini, bahwa DIA sendiri yg mengajarkanku apa yg memberi faedah bagiku, dan DIA sendiri yang menuntun aku di jalan yang harus aku tempuh. Apa lagi yang perlu kutakutkan? Aku yakin dan aku percaya dengan mengandalkan Tuhan maka operasi besok akan berjalan lancar dan proses pemulihanpun akan sempurna. 

So, sekaran aku sedang duduk manis, connect ke internet, melakukan berbagai hal yang menarik. 

Friday, June 22, 2012

Tuhan mengubah hati, ya DIA mengubah hati

Senin yang lalu, setiba di kampus, seperti biasa aku mengerjakan pekerjaanku.
Jam 8.30, bbm-ku berbunyi, aku menduga itu pasti dari suami memberitahu sudah tiba di kantornya dengan selamat.
Pas baca, benar saja memang dari suami dan memberi tahu dia sudah sampai di kantor.
Biasanya ada icon *kiss* setelah kasih tau begitu.
Kali ini tidak ada, dan yang ada malah:
"Kamis besok tanggal 20 si mbak mau pulang."
Rasanya dadaku sesak, keringat dingin melanda, dan kepala berputar-putar *lebay...
Aku tak membalas bbm dari suami.
Rasanya aku langsung tak berdaya kalau si mbak lasmi ART yang baru sebulan di rumah kami minta pulang.
Seperti biasa suamiku yang baik itu langsung bbm lagi dengan kata-kata yang menghibur aku.
"sudah say, tenang ya...nanti kita cari lagi yang baru. Bla...bla...bla..."

Berbicara mengenai ART, mereka itu benar-benar membuat hidupku sedikit kacau. Wkkwkwkw....
Sebenarnya, aku tidak butuh-butuh banget mereka di hidupku (itu dulu...)
Tetapi dengan 2 anak balita, aku sebagai dosen full time yang sedang menjabat juga di struktural, rasanya... merekalah tumpuanku untuk menjaga anak-anakku *nangis bombay*
Sejak kecil sampai dewasa di rumah ibuku, kami tidak pernah punya ART.
Dan hidup kami berjalan dengan baik tanpa kerepotan apapun.
Lalu setelah menikah dan menempati rumah sendiri, aku juga ga pernah berpikir untuk punya ART, meskipun aku bekerja full time.
Pekerjaan mencuci pakaian dan menyetrika beres kukerjakan.
Membersihkan rumah? Kecillll..... ada suami yang siap membantu :D
Memasak? No need... Ber2 aja di rumah rasanya lebih praktis makan diluar.
Untungnya suamiku juga jempolan bukan tipe suami yang ingin dilayani, malah cenderung berbagi dalam pekerjaan RT.
Sampai akhirnya aku hamil pun, masih belum merasa perlunya ART di rumah kami.

Pada kehamilan 8 bulan barulah aku berpikir harusnya ada ART untuk membantuku mengerjakan pekerjaan RT.
Apalagi aku melahirkan cesar, rasanya perlu sekali.
Mulailah hunting ART ke berbagai teman dan yayasan tapi tidak ketemu.
Samapai H-3 acara kelahiran anak pertamaku,
Tuhan menunjukkan pertolongannya melalui bu Wina temanku dosen.
Cecenya yang di kediri tidak butuh lagi 1 ARTnya.
Pucuk dicinta ulam pun tiba jadilah si Erni yang asli Flores ini tinggal bersama kami.
Tepat 1 bulan Alvaro yang berarti 1 bulan juga Erni di rumah kami, dia minta pulang ke Flores.
Bujuk sana sini, rayu sana sini, dia tetap keukeuh mau pulang.
Ok deh... kakak.... bye..bye...
Aku masih bisa tenang meskipun cape luar biasa ngurusin rumah dan urusin anak.
Karena masih cuti 2 bulan kami pun masih santai-santai saja.
Sampai akhirnya tiba waktunya aku harus kembali ke kampus kita baru kelimpungan nyari ART.
Cari sana sini, tidak ketemu.
Akhirnya Alvaro dititip ke rumah ompung (nenek-red), bolak-balik tiap hari rasanya cape luar biasa.
Hanya 3 bulan Alvaro langgeng di rumah ompungnya.
Akhirnya kami titipin Alvaro di day care dekat kampus.
Tepat usia Alvaro 7 bulan, aku kembali hamil anak ke-2. Mulailah kebutuhan untuk ART muncul lagi. Ngantar Alvaro tiap hari dan harus memasak makanannya benar-benar membuatku ga kuat karena mual.
Pencarian dimulai....
Baru 4 hari nyari, lagi-lagi bu Wina mau mengganti ART-nya menjadi baby sitter untuk mengasuh anaknya yang cakep itu. 
Kembali aku mendapat limpahan ART dari bu Wina.
Sebelumnya bu Wina sudah cerita betapa tidak capable-nya si Ave ini dalam bekerja.
Namun rasanya itu tidak terlalu perlu. Yang penting ada ART untuk membantu meringankan beban kerjaku di rumah.
Rasanya Tuhan itu baik luar biasa baik bagi kami.
Singkat cerita, Ave hidup tentram bersama kami. Sampai akhirnya di bulan desember tahun lalu, dia minta pulang kampung ke Flores untuk Natalan.
Berhubung kami juga pulang kampung, maka ketiadaannya tidak terlalu terasa.
Dengan terisak-isak dia berjanji akan kembali ke Surabaya. Namun aku sudah tau, dia ga akan kembali.
Meskipun dalam hati berharap banget dia akan kembali, aku tau dia ga akan datang lagi.

Mulai kebayang repotnya punya anak 1 yang berlari-lari dan akan melahirkan lagi.
Lagi-lagi pertolongan Tuhan itu tepat dan selalu tepat waktu.
Pulang dari kampung halaman ke Surabaya, salah seorang saudara jauh bernama Dewi, bersedia ikut kami ke Surabaya.
Jadilah mulai januari, Dewi tinggal bersama kami.
Melahirkan Angelo di bulan Februari pun berjalan dengan lancar, hati pun tenang karena ada dewi yang membantu.
Selama cuti 3 bulan, kami berdua berhasil mengatasi pekerjaan-pekerjaan RT dengan lancar. Tidak mau repot lagi pas mau kembali ke kampus, kami mulai nyari ART sejak 2 bulan sebelum aku kembali ke kampus. Dengan niatan agar aku bisa training si ART ini cara mengurus Angelo. Karena dewi sudah bilang dia ga berani urus Angelo yang masih kecil banget itu.
Sampai waktunya masuk kerja, berita ART tidak ada. Terpaksa anak-anak dan dewi diantar tiap hari ke rumah ompungnya Alvaro.
Baru 3 hari menjalani rutinitas itu, Sopirnya kantor suami kasih tau ada keponakannya yang mau ikut kami.
Benar-benar pertolongan Tuhan datang tepat waktu.
Tanpa perlu melakukan fit and proper test, si mbak lasmi kami terima ikut kami.
Bonusnya, dia sudah punya anak jadi sangat lihai mengurus dan memandikan Angelo.
Benar-benar bonus yang luar biasa.
Raker jurusan yang mengharuskanku nginap semalam di malang, berhasil mengukuhkan keahlian mbak lasmi mengurus Angelo.
Apa lagi yang kurang?

Dan ternyata baru satu bulan di rumah, dia minta pulang.
Disampaikan ke suami, dan suami memberi tau lewat bbm.
Aku hampir saja panik. Tapi mengingat pertolongan Tuhan yang selalu tepat bagiku khususnya mengenai dunia ART membuatku PD semua akan baik-baik saja.
Senin sepulang dari kampus, aku ajak mbak lasmi bicara baik-baik.
Minta dia jangan pulang dulu. Dengan berbagai rayuan maut, iming-iming tingkat dewa sampai janji-janji manis yang aku sendiri ragu apakah aku bisa menepatinya kulancarkan. :D
Hasilnya NIHIL. Mbak lasmi tetap mau pulang.
Selasa pagi aku tanya lagi (dengan harapan dia berubah pikiran).
Hasilnya TETAP. Mbak Lasmi minta pulang.
Ya sutralah, gimana lagi. Setengah putus asa, setengah pasrah aku merasa emang kayaknya dia pasti pulang. Aku mulai tidak PD bahwa semua akan baik-baik saja dengan atau tanpa mbak Lasmi.
Aku rada kecewa, kebayang sulitnya hari-hariku lagi harus bolak-balik sana-sini, apalagi si mbak lihai ngurus anak aduh rasanya aku mulai pengen marah.
Selasa malam aku berbicara lagi, terakhir! Tekadku dalam hati.
Aku minta dia pulang awal agustus saja sebelum lebaran.
Kan lumayan masih ada gaji, plus nanti aku kasih deh THR kataku merayu.
Tetap dia bilang, dia mau pulang karena suaminya memaksa dia pulang.
Ya sudahlah, mau gimana lagi.

Malam sebelum tidur, aku berdoa.
Secara khusus mendoakan agar mbak Lasmi mengurungkan niatnya untuk pulang kampung.
Aku juga berdoa untuk Dewi, yang begitu baik mau tinggal bersama kami, meninggalkan ibu dan adiknya di Samosir yang jauh.
Aku mengucap syukur untuk keberadaan mereka dalam hidup kami.
Doa yang berbeda dari doa-doa di setiap malamku.
Aku hanya menyebut nama Alvaro dan Angelo dalam setiap doa-doaku. Plus nama-nama orang-orang yang dekat di hati ketika ada hal-hal khusus yang ingin kudoakan tentang meraka.
Malam itu, aku berdoa untuk Dewi dan Mbak Lasmi.

Rabu pagi, ketika aku memandikan Angelo, 
Mbak Lasmi dengan malu-malu bilang, "Bu...Saya mau disini aja sampai sebelum lebaran"
Dengan sok cool aku tanya "gimana suamimu?"
Meskipun sebenarnya aku ingin berteriak kesenangan dan memeluk mbak lasmi dan memutar-mutarnya.
"Ga apa-apa bu...boleh kok katanya" Mbak Lasmi bilang
Lagi-lagi dengan sok cool aku jawab "OK"
Rasanya hidupku menjadi bergairah...
Aku melihat segala sesuatu menjadi lebih indah dari warna aslinya huahahahaha....
Dan dengan tidak tau malunya aku tanya mbak Lasmi: "Mbak, habis lebaran pulang kesini kan?" *Ngarep
Dia jawab, "belum tau bu, nanti tanya suamiku dulu"
Ok deh kakak....
Rasanya aku ga perlu khawatir tentang apapun dalam hidupku.
Tuhan menyediakan semuanya bagiku, sesuai yang kuperlukan tepat pada waktunya.
Puji Tuhan. DIA sungguh mengubah hati ;-)